Kepolisian Resor Demak Senin (1/8) akan memeriksa pengurus Aliansi Berantas Kezaliman (ABK), terkait aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh.
“Setelah mereka dipanggil, rencananya Senin akan diperiksa,” kata Kapolres Demak AKBP Drs Eka Tjahjanto melalui Kasat Reskrim AKP Zainal Arifin.

Menurut dia, sejumlah pengurus ABK yang akan diperiksa adalah H Nur Amin, Choiron, Iryanto, Sugiarto, Anas dan lainnya. Jumlah tersangka diperkirakan bisa bertambah, setelah pemeriksaan terhadap mereka selesai.

“Kemungkinan memang ada, tetapi sangat tergantung hasil pemeriksaan,” kata AKP Zaenal Arifin. Sementara Humas ABK Rizkon Malik mengatakan pihaknya kini tengah berkonsentrasi pada penyelesaian pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Pihaknya belum merencanakan menggelar aksi unjuk rasa lagi.

“Dalam waktu dekat ini kami belum berpikir untuk demo lagi, mungkin akan melakukan audiensi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Bupati, Gubernur dan lainnya,” katanya.

Kerusuhan yang terjadi dalam aksi lalu, imbuhnya, menjadi pengalaman berharga, agar dalam menjalankan aksi serupa tidak akan terulang.

Polres Demak menangguhkan penahanan terhadap Ketua Umum ABK Nur Halim, Sabtu (30/7). Penangguhan diputuskan setelah Hj Muryati, istri Ketua Badan Pengurus Cabang Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesia (BPC Gapensi) Demak itu mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan atas suaminya kepada Kapolres.

“Sabtu sore dia sudah pulang. Selama pemeriksaan dia menunjukan sikap yang kooperatif terhadap aparat,” terang Kapolres.

Kapolres mengatakan, pihaknya mengabulkan penangguhan karena proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sudah selesai. Selain itu ada pihak yang menjamin Nur Halim akan kooperatif selama pengusutan.

Sebelumnya, Nur Halim ditetapkan sebagai tersangka bersama dua demonstran lainnya, Kahar (42) dan Imam Solihin (30). Nur Halim membenarkan isterinya menjamin penangguhan tahanan atas dirinya.

“Isteri saya memang mengajukan itu, bahkan dia menjadi penjaminnya,” ujarnya. Berdasarkan perkiraan Polres Demak, total kerugian akibat aksi itu mencapai Rp 16 juta.

Di antaranya kerusakan pada mobil Kijang pikap H 9625 JZ milik demonstran, papan nama DPRD Demak, pagar besi kantor Pemkab Demak dan lainnya.