Wacana kemungkinan dimajukannya Ani Yudhoyono sebagai calon presiden Partai Demokrat untuk Pemilu 2014 mengundang komentar dari berbagai kalangan. Kemunculan nama Ani sebagai bakal capres bahkan dinilai wajar dan natural.

“Demokrat tidak ada pilihan figur lagi yang relatif bersih dan acceptable dan dapat merebut hati orang. Tidak dosa juga kalau Ani terpilih,” kata budayawan Radhar Panca Dahana di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu, 19 Mei 2012.
Ia berpendapat, kader-kader Demokrat lain di luar Ani Yudhoyono cenderung tidak dipercaya publik karena banyaknya kasus hukum yang kerap dikaitkan dengan sejumlah kader Demokrat.

Oleh karena itu, ujar Radhar, wajar bila Demokrat memunculkan nama lain di luar kader untuk menjadi calon presiden 2014. “SBY sendiri sudah janji tidak akan mencalonkan keluarganya. Tapi kemungkinan hal ini bisa berubah di 2014. Kita lihat saja nanti,” kata dia.

Sebelumnya Juru Bicara Partai Demokrat, Andi Nurpati, menyatakan Ani Yudhoyono layak dan berpeluang untuk menjadi capres 2014. Nama Ani sebagai capres pun menurutnya akan diusung dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Ibu Ani Yudhoyono punya kualifikasi untuk diusulkan menjadi capres Partai Demokrat. Ia kader Partai Demokrat, mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, pendiri partai Demokrat, dua periode mendampingi Pak SBY sebagai presiden, dan mempunyai banyak kemampuan,” kata Nurpati.

Iklan