Mudah2an masalah ini blom ada yg poasting, sori klo udah ada yg pernah posting. Berita ini, dulu saya baca dari harian ibu kota, sdh agak lama kejadiannya, saya coba gabung dgn hasil dari om google. Ini saya tulis kembali di sini spy semua org tahu klo Afganistan pernah menjadi negara komunis (terutama buat org islam), dan juga ttg pertolongan Amerika Serikat dan sekutunya kepada Afganistan, biar umat islam jangan asal benci Amerika Serikat dan sekutunya.

Saya yakin banyak orang islam yg tidak tahu tentang ini, karena kejadian ini bisa dianggap aib dan bisa mempermalukan aloh secara khusus dan islam secara umum. Dlm kejadian ini nampak sekali klo aloh ga punya gigi, doi ga bisa melindungi pengikutnya, jangankan memberi kesejahteraan, utk memberi perlindunganpun aloh tidak bisa! Sungguh ironis sekali, ditengah klaim umat islam klo aloh adalah tuhan yg maha mengatahui, maha kuasa dan maha pelindung, aloh malah memperlihatkan dirinya klo doi sangat tidak bisa dihandalkan, doi sama sekali tidak tahu, impoten dan tidak bisa melindungi pengikutnya, malah Amerika Serikat dan sekutunya yg dianggap musuh islam dan akan mendapat laknat dan azab aloh lah yg menolong rakyat Afganistan!

Coba kita bayangkan bangsa yg menjadi common enemy bagi islam justru menjadi penolong umat islam, itupun tidak cukup, kenafa? setelah pertolongan dan pengorbanan yg sangat besar-pun masih dimusuhi oleh umat islam diseluruh dunia! Betul2 umat islam adalah umat yang tidak tahu berterimakasih! Bukannya berterimakasih atas pertolongan Amerika Serikat dan sekutunya, mereka malah menghujat Amerika Serikat dan sekutunya.

Amerika Serikat dan sekutunya sdh mengeluarkan jutaan dollar utk membebaskan Afganistan dari cengkeraman komunisme, sementara sodara2 seukuwahnya yang notabene adalah negara2 kaya raya hanya menyumbang ala kadarnya plus relawan2 yg siap mati utk berperang (relawan2 ini/laskar biasanya dari umat islam non arab spt indonesia, malaysia dan negara2 non arab lainnya, klo org2 arab kagak ada yg mau, klo-pun ada jumlahnya lebih sedikit dari relawan2/laskar non arab). Bantuan dana dari seluruh umat islam bagi pembebasan Afganistan ga ada apa2nya klo dibandingkan dgn bantuan dana dari AS, ironis bukan? Klo ngomong soal ukuwah islamiah, umat islam diseluruh dunia paling jago, pas ada kejadian spt Afganistan semuanya tiarap! Pura2 ga tahu, pura2 ga liat dan ga dengar.

Seperti kita tahu, faham komunisme juga tumbuh subur di timur tengah, seperti di Lebanon, Iran, Irak, Suriah, Afganistan dan juga beberapa negara lainnya, bahkan pada masa perang dingin, timur tengah terbagi dua, blok barat dan blok komunis, blok barat dimotori Amerika Serikat dan sekutunya, sementara blok komunis oleh Uni Soviet cs. Masing2 mempunyai sekutu setia, sekutu Amerika Serikat biasanya negara2 moderat, antara lain negara2 teluk, UEA, Mesir, Arab Saudi dan Irak, sementara sekutu US antara lain Suriah, Libya, Afganistan dan Iran.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Komunisme sudah ada sejak lama di Afganistan, tepatnya sejak tahun 1965, ketika Partai Demokrasi Rakyat Afganistan/People’s Democratic Party of Afghanistan (PDPA) didirikan oleh Noor Muhammad Taraki. PDPA melakukan kudeta pada tanggal 27 April 1978, dengan Noor Muhammad Taraki sebagai presiden.

Pada bulan September 1979, Presiden Taraki di bunuh oleh wakilnya Hafizullah Amin, 3 bulan kemudian Amin dihukum mati. Sebelum meninggal, Amin sempat meminta kehadiran pasukan Uni Soviet, yang kemudian pada akhirnya malah membuat Uni Soviet menganeksasi/menginvasi Afganistan.

Pada tanggal 24 Desember 1979, Bandar udara Kabul diduduki Pasukan tentara merah dari Divisi Bermotor ke 4 Uni Soviet yang datang dari utara perbatasan, pemimpin PDPA, Babrak Karmal kemudian menjadi presiden (dia sebelumnya adalah duta besar untuk cekoslovakia dan sedang dalam masa pengasingan di Moskow)

Tahun 1982, Amerika Serikat mulai membantu dan mendanai para mujahidin/tentara aloh melalui Pakistan.

24 Desember 1979 – Februari 1989, perang antara Uni Soviet dan Afganistan.

Barat, dalam hal ini Amerika Serikat dan sekutunya tidak tinggal diam, karena situasi ini sdh dianggap sangat berbahaya, dgn jatuhnya Afganistan plus makin dekatnya hubungan Iran, Suriah, Yaman Selatan dan Libya dengan Uni Sovyet, maka jatuhnya jazirah arab/timur tengah kedalam komunisme tinggal menunggu waktu saja dan ini sangat mengkhawatirkan Amerika Serikat dan sekutunya. Seperti kita ketahui Amerika Serikat adalah musuh komunisme, Amerika Serikat dan sekutunya mempunyai kepentingan yaitu menghancurkan komunisme di seluruh dunia, termasuk di timur tengah. Pada masa itu US sangat agresif menyebarkan faham komunisme ke seluruh dunia. AS menggunakan negara2 moderat sbg basis dalam perang menghadapi komunisme.

AS menggunakan negara tetangga Afganistan yaitu Pakistan sebagai tempat pelatihan bagi mujahidin2, AS mengirimkan orang2 terlatih dari CIA, Marinir, Secret Service dll untuk melatih para mujahidin dgn taktik dan strategi perang, merakit bom, menuyusup kedaerah musuh, menyediakan informasi intelijen dll dan uang jutaan dollar. Karena para mujahidin tidak punya apa2 hanya senapan AK47 plus badan doang, sementara bantuan dari negara2 arab kagak seberapa. Mujahidin disini ga cuma mujahidin dari Afganistan/arab tapi juga dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia. Disana mujahidin terbagi 2, mujahidin arab dan mujahidin non arab.

Para mujahidin terbagi atas beberapa kelompok perlawanan, biasanya berdasarkan suku. Yang terbesar adalah mujahidin pimpinan Burhanuddin Rabbani, dia orang Pastun, suku terbesar di Afganistan, sama spt sukunya Hamid Karzai (presiden Afganistan sekarang). Selain Burhanudin Rabbani ada juga Sibghatullah Mujadeddi, Ahmad Syah Masood dan Gulbudin Hekmatyar. Mereka2 inilah pimpinan mujahidin (pada masa ini osama bin laden blom ada apa2nya, doi masih jadi pengusaha di Arab Saudi), dan semuanya dibantu penuh oleh Amerika Serikat dan sekutunya!

Sebenarnya ada satu lagi suku yang juga besar yaitu suku Tajik (suku ini sama dgn penduduk negara Tajikistan), tetapi sayangnya suku ini pro pemerintah. Pemimpin suku ini adalah Abdul Rasyid Dostum, dia anggota militer dengan pangkat Jenderal. Dia menjadi Panglima angkatan bersenjata Afganistan. Dan dari semua suku, hanya suku tajik yang mempunyai alat perang cukup lengkap seperti tank dan panser dan sebagian besar anggota tentara pemerintah Afganistan adalah suku tajik.

Karena bantuan AS, para mujahidin menjadi terlatih (makanya tidak heran klo alumni Afganistan pada jago merakit bom) dan mempunyai persenjataan canggih utk menghadapi pasukan pemerintah yang di dukung militer US, sehingga pada masa itu pasukan pemerintah plus pasukan US tidak bisa menguasai seluruh Afganistan, mereka hanya menguasai kota2 besar saja, sementara kota2 kecil atau di pinggiran kota, mujahidin berkuasa penuh.

Di daerah Hazarajat and Kunar valley (dikenal juga dgn sebutan pegunungan Pansyir) adalah “no-go areas to Soviet and government troops”, helikopter dan pesawat tempur US tidak berani terbang rendah bahkan US tidak berani mengirimkan pasukannya lewat udara/helikopter. Karena setiap helikopter atau pesawat terbang/tempur yg terbang rendah/menerjunkan pasukan akan hancur dihantam misil Stinger. Misil ini adalah misil personal anti pesawat yg canggih, yang diluncurkan dgn cara dipanggul seperti bazooka, sangat cocok di bawa oleh personel mujahidin di daerah pegunungan. Anda tahu berapa harga satu rudal stinger? Pada saat itu 1.000.000 juta dollar! Ya, satu juta dollar. Bisa kalian bayangkan seandainya selama perang, mujahidin menembakkan 50 rudal stinger, berarti 50 juta dollar telah dikeluarkan mujahidin. Darimana mujahidin punya uang sebanyak itu hingga mampu membeli misil yg sangat canggih itu? Misil2 tsb disediakan AS bagi para mujahid/tentara aloh utk melawan pasukan komunis. Wilayah pegunungan ini dibawah kekuasaan Ahmad Syah Masood. Dan dia terkenal sebagai “Macan Pegunungan Pansyir” oleh karena sepak terjangnya di pegunungan tersebut.

Dasar islam, di otak mereka hanya uang. Ketika makin banyak pengungsi Afganistan yg masuk ke Pakistan, maka Pakistan memanfaatkan kesempatan ini. Mereka (Pakistan) mengeluh kepada AS, tentang akibat2 negatif dari keberadaan pengungsi tsb seperti kriminalitas yg makin tinggi di wilayah perbatasan, pemerintah Pakistan mengancam akan mendeportasi/mengusir keluar seluruh pengungsi Afganistan dari seluruh wilayah Pakistan! Padahal maksud ancaman tersebut adalah Pakistan ingin minta uang kepada AS atas jerih payah mereka membantu AS dengan menyediakan wilayahnya sebagai tempat perlawanan terhadap komunis dan pengungsian, dan AS sangat mengetahui maksud busuk Pakistan. Lalu pemerintah AS menghapus sebagian hutang Pakistan sebesar 3.000.000 dollar AS, agar Pakistan diam dan membiarkan pengungsi Afganistan tinggal di pengungsian. Dan itu terbukti, setelah hutangnya dihapuskan, Pakistan diam seribu bahasa dan tak pernah mengungkit masalah tsb kembali. (Dasar umat tidak tahu berterimakasih, bukannya membantu malah menarik keuntungan dari sodaranya yang sedang membutuhkan pertolongan, tipikal islam!)

Februari – April 1985, pasukan pendudukan Uni Soviet meningkat menjadi 140.000 orang pasukan.

4 Mei 1986, Babrak Karmal diganti oleh Mayor Jenderal Mohammad Najibullah (Mantan kepala polisi rahasia Afganistan yang sangat ditakuti)

Para pengungsi Afganistan juga dilatih perang sama spt para mujahidin, termasuk siswa2 pesantren yg ada dipengungsian. Lulusan pesantren ini dikenal sebagai Taliban. Taliban ini dipimpin oleh seorang mullah, namanya Mohammad Omar (yang kemudian berkawan dekat dgn osama bin laden, dia juga mendapat pelatihan oleh AS). Taliban juga turun ikut berperang bersama2 mujahidin. Taliban juga sama dgn para mujahidin, sama2 mendapat bantuan dan pendanaan dari AS. Selain oleh AS, ternyata Taliban juga mendapat bantuan dan pendanaan dari Pakistan dan Arab Saudi termasuk dari Osama bin laden.

Februari 1988, Gorbachev mengumumkan penarikan pasukannya secara bertahap selama 10 bulan dari Afganistan. Penarikan dimulai pertengahan Mei. Tapi Uni Soviet tetap memberikan bantuannya kepada pasukan Najibullah.

Situasi ini sangat merugikan Najibullah, ditengah serbuan mujahidin yang makin gencar, dia ditinggal Uni Sovyet. Sudah bisa dibayangkan, dgn situasi spt itu pasukan Najibullah pasti akan mengalami kekalahan. Hasilnya sudah bisa diterka, pasukan pemerintah makin terdesak, wilayah2 yg selama ini dikuasai pemerintah jatuh ke tangan mujahidin, tinggal Kabul pertahanan terakhir pemerintah. Ditengah kekalahan yang menerpa, Jendral Abdul Rasyid Dostum membelot, membawa semua pengikut plus armada perangnya untuk bergabung dgn pasukan koalisi pada “detik2 akhir” menjelang kejatuhan Najibullah.

Kasihan Najibullah, dia ditinggal oleh para sekutunya, dia berperang sendirian. Dan sdh dapat diduga Najibullah akhirnya kalah.

April 1992, Mujahidin menguasai Kabul, Najibullah melarikan diri bersama sisa pasukannya dan mendapat status pengungsi. Para Mujahidin kemudian melakukan kesepakatan bersama yg mengatur pembagian kekuasaan.

Kemudian sudah bisa diduga, para mujahidin malah berkelahi sendiri memperebutkan kekuasaan. Mereka berperang diantara faksi2 mujahidin.

7 September 1996, Taliban berhasil mengambil alih Kabul, lalu menggantung Najibullah dan mendirikan Negara Islam sepenuhnya, dgn sistem syariah.

Taliban menguasai Kabul dan menangkap Najibullah. Yang semenjak tahun 1991 Najibullah bersembunyi di kantor PBB. Lalu bagaimana nasib Najibullah? Dia di eksekusi mati dgn cara di gantung. Dia digantung pada sebuah tiang lampu merah di tengah kota, dan mayatnya dibiarkan menggantung beberapa hari disana. Dia digantung bersama adiknya lelakinya (sori lupa namanya).
(Saya lupa situsnya, nanti saya pasang foto Najibullah waktu digantung Taliban)

Taliban kemudian memerintah Afganistan dgn tangan besi, sesuai dgn kehendak aloh swt dgn cara menerapkan hukum aloh swt yaitu syariah dgn semurni-murninya selama 5 tahun.

Iklan