DEMAK-Ujian nasional (UN) tingkat SMP dan MTS di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada hari pertama ini diduga alami kebocoran. Di sejumlah lingkungan sekolah di wilayah Kecamatan Karangawen banyak ditemukan kunci jawaban soal yang berserakan di mana-mana.

Kunci jawaban untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang berisi 50 jawaban pilihan ganda lengkap dengan paket soal tersebut, misalnya ditemukan di halaman sekolah dan tong sampah. Ada beberapa lembar yang kondisinya sudah robek-robek, dan sebagian masih utuh. Diduga, kunci jawaban yang tertulis di secarik kertas tersebut dibuang setelah dipergunakan untuk menjawab soal-soal UN.

Saat ditanya terkait beredarnya kunci jawaban tersebut, sejumlah siswa enggan berkomentar mengenai asal kunci jawaban tersebut. Mereka lebih memilih langsung pergi sambil menutupi wajahnya, bahkan sebagian langsung berlari saat ditemui sejumlah mahasiswa.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak M Afhan Noor, yang ditemui seusai memantau pelaksanaan UN SMP di sejumlah sekolah, Senin (23/4/2012), menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan mengenai kebocoran soal dan kunci jawaban UN.

Akan tetapi jika terbukti bahwa di lapangan telah ditemukan peredaran kunci jawaban yang digunakan oleh peserta ujian untuk mengerjakan soal UN, maka tidak tertutup kemungkinan UN akan diulang. “Jika memang ada bukti otentik, maka ya harus diulang,” ungkap Afhan Noor.

Kebocoran soal UN, lanjut Afhan Noor, dapat diketahui apabila setelah dilakukan koreksi pada lembar jawab ujian. Hasilnya, banyak peserta yang punya jawaban sama. Namun menurutnya, saat ini banyak beredar SMS dan lembar-lembar kunci jawaban yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, para peserta ujian diminta tidak terpengaruh dengan kunci jawaban siluman tersebut.

“Kalau ada kunci jawaban, siswa jangan mudah percaya karena bisa merugikan. Hendaknya para siswa percaya dengan kemampuan diri sendiri,” harap Afhan Noor.