Bencana alam adalah suatu kejadian alam yang tak bisa diprediksi yang menimbulkan kerusakan, kerugian, penderitaan, bahkan kematian sekalipun bagi manusia dan lingkungannya, yang disebabkan oleh aktivitas alam bahkan manusia itu sendiri. Dampak dari bencana sangat bergantung pada sumber atau jenis bencana, mulai dari banjir, gempa bumi bahkan yang bisa menghancurkan sebagian peradaban manusia. Penanggulangan untuk mencegah dan menghindari bencana adalah manajemen yang baik dan mendeteksi dini bencana seperti pengungsian. Setiap bencana baik alam maupun karena human error, meninggalkan duka, trauma, kesan, dan sejarah yang tak terlupakan, baik oleh korban dan keluarganya maupun penduduk dunia. Untuk mengingat kembali bencana-bencana terbesar yang terjadi di Indonesia, yang terus dikenang oleh masyarakat sepanjang sejarah.

Wilayah Indonesia banyak dilanda bencana di mana kurang lebih sebanyak 6.632 kali bencana selama kurun waktu 13 tahun terakhir, yang menunjukan negara ini sebagai daerah rawan bencana di dunia. Semua faktor bencana berhubungan dengan tindakan manusia. Sebuah bencana tidak akan menjadi bencana yang mematikan/merusakkan bila sebelum bencana dilakukan tindakan-tindakan pencegahan atau antisipasi kemungkinan bencana. Mungkin sebagian orang masih berpendapat bahwa bencana alam tidak dapat diprediksi, karena hanya “Tuhan” yang tahu kapan suatu bencana alam akan terjadi. Beberapa tahun belakangan, Indonesia memang sedang diguncang berbagai bencana alam hampir di seantero negeri, mulai dari tsunami, banjir, tanah longsor, gempa, gunung meletus, dan masih banyak lagi. Beragam teori diajukan untuk dijadikan penyebab lahirnya bencana tersebut, mulai dari penggundulan hutan, penyalahgunaan lahan, sampai global warming.

Sebenarnya bencana bisa dideteksi secara dini, ada sebagian bencana di Indonesia terjadi dikarenakan aktivitas manusia yang kurang merawat lingkungan alam yang ada di sekitar mereka. Sebagai contoh, banjir dan tanah longsor. saat ini di Indonesia mengalami cuaca yang kurang baik di mana curah hujan begitu tinggi, seharusnya sebagai langganan banjir dalam musim hujan masyarakat lebih peka terhadap antisipasi dini untuk menghadapi bencana banjir. Terakhir ini telah terjadi longsor di Desa Tenjolaya, Kampung Dewata, Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Bencana alam yang terjadi di Indonesia didominasi oleh bencana banjir dan tanah longsor, karena faktor ekologi di Indonesia rentan dengan tanah longsor dan banjir yang menduduki 60% dari keseluruhan bencana di Indonesia, ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya bencana banjir dan longsor selama musim hujan yaitu faktor peranan air dan kondisi tanah yang lemah. Pada musim hujan peranan air hujan memberikan energi kepada tanah sehingga kondisi tanah berada dalam keadaan yang sangat lemah dan membuat tanah tersebut akan mudah terbawa arus air hujan yang menyebabkan longsor. Sebagian besar bencana yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh kelalaian ekologis dan buruknya pengelolaan lingkungan hidup oleh pemerintah.
Bencana banjir dan longsor nyaris menenggelamkan sebagian pulau Jawa mengawali pergantian tahun baru 2008. Bencana alam bagaikan tak kunjung henti.

Posisi geografis kepulauan Indonesia yang sangat unik menyebabkan Indonesia termasuk daerah yang rawan terhadap bencana. Sebagai sebuah fenomena kerusakan lingkungan, bencana ekologis yang terjadi sudah luas sekali. Banyak sekali daerah yang dalam sejarah tidak pernah banjir atau mengalami tanah longsor sekarang sudah terkena. Alam Indonesia sekarang sudah sangat rapuh dan sensitif terhadap iklim ekstrim. Kalau kemarau akan ada kekeringan dan kelangkaan air yang luas. Kalau musim hujan maka akan terjadi banjir dan tanah longsor. Jadi secara ekologis, alam di Indonesia sudah kehilangan keseimbangannya. Sebagai masalah ekologis, solusi satu-satunya adalah memperbaiki, meningkatkan kualitas ekologi itu sendiri. Jadi jika hanya dilakukan seperti yang sekarang yang bersifat responsif dan reaktif dan hanya menanggulangi bencana maka hal itu tidak akan pernah bisa mengatasi akar masalah.

Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alamiah dan aktivitas manusia sendiri. Bencana alam yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini sangat sering terjadi. Seperti , letusan gunung, tanah longsor, banjir, tsunami, gempa, dan lain-lainnya. Akibat bencana alam yang terjadi itu banyak korban yang meninggal dan banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya. Bencana alam itu bisa terjadi karena aktivitas manusia maksudnya adalah ulah para manusia sendiri yaitu kurangnya melestarikan alam dan menjaga alam ini. banyak manusia yang sering tidak mempedulikan alam seperti menebang pohon sembarangan, membakar hutan, membuang sampah sembarangan, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu kita harus mulai memperhatikan alam karena alam memiliki ketersediaan yang terbatas yang apabila tidak dilestarikan makin lama akan punah atau habis. Dan penyebab bencana alam dari aktivitas alamiah adalah berasal dari Tuhan sehingga kita tidak dapat mencegah dan menghindarinya. Oleh karena itu kita sebagai manusia harus berhati-hati dengan alam khususnya yang tinggal di daerah rawan akan bencana alam. Dan harus memiliki ketahanan manusia terhadap infrastruktur untuk mendeksi, mencegah dan menangani bencana serius yang akan datang.Terdapat ramalan-ramalan bahwa Indonesia akan mengalami kerusakan besar antara tahun 2012-2022, sebagai contoh : (1) Ramalan mama Loren yang menyebutkan bahwa penduduk Indonesia akan hanya tinggal 60% dari sekarang (tanpa menyebutkan alasannya kenapa). (2) Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) memperkirakan hutan alam di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera akan punah, dan juga di Jawa akan menyusul. (3) Berdasarkan hal tersebut juga PBB melalui UNEP menyebutkan bahwa Orang Utan pun akan punah pada tahun tersebut.

Mungkin cukup ramala-ramalan diatas sebagai bahan pertimbangan penulisan ini, hal tersebut semuanya berpangkal tidak lebih atas masalah bisnis semata atau dikenal dengan istilah “uang“. Peningkatan permintaan akan pasokan kayu, kelapa sawit, dan kayu murah (ilegal), komoditi tambang memberikan kesempatan yang tidak dilewatkan oleh pihak-pihak Indonesia untuk mengguduli hutan Indonesia, dan lebih parahnya lagi penebangan ilegal menyerobot lahan hutan konservasi bagi hewan-hewan terancam punah di Indonesia. Berdasarkan pernyataan “Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Longgena Ginting mengatakan kerusakan hutan di Indonesia mencapai 3,8 juta hektar setahun. Ini berarti semenit 7,2 hektar yang rusak” (sumber: http://www.tempointeraktif.com).

Berbekalkan apa yang terjadi di Indonesia :

– Penebangan hutan yang terlalu cepat. Sudah dipastikan bahwa hal ini menyebabkan kurangnya cadangan air bersih, meningginya permukaan air laut, dan kerusakan lingkungan masyarakat sekitar hutan yang telah terjadi di Indonesia.

– Eksploitasi bahan tambang. hal ini menyebabkan kerusakan lingkungan, khususnya hutan-hutan dan sungai disekitar penambangan, belum lagi penambangan ilegal yang sering menggunakan mercury sebagai zat pemisah logam yang murah namun merusak lingkungan dan meracuni penduduk.

– Eksploitasi sumber daya laut (terutama pencurian ikan). Di Indonesia terjadi banyak pencurian ikan, namun pemerintah kita sering menutup mata. Baru-baru ini saya sering melihat pembantaian ikan hiu bahkan baby-shark (bayi hiu) yang menjadi santapan lezat dikawasan pantai jakarta. Apa hubungan Hiu dengan kerusakan lingkungan? Dengan berkurangnya hiu, maka predator ikan-ikan kecil akan bertambah banyak, dan hal ini dapat meningkatkan meningkatnya jumlah alga hijau yang dapat menutupi terumbu-terumbu karang yang mengakibatkan matinya terumbu-terumbu karang. Pencurian ikan terlihat tidak berdampak besar, namun jika kita tahu bahwa sekali jaring raksasa sitebar ikan yang dicuri dapat berkisar 400 ton lebih. Selain itu pencuri ikan yang jauh-jauh datang ke Indonesia tidak akan menggunakan jaring kecil, namun bisa menggunakan jaring yang sampai ke dasar laut, hal itu dapat merusak kehidupan karang dan ikan-ikan di laut dalam Indonesia.

– Pencemaran lingkungan. Pencemaran Industri dan limbah publik menyebabkan kadar CO2 yang mengendap di lapisan Ozon meningkat dan susu serta cuaca di Indonesia semakin tidak terkendali, sudah tidak ada lagi musim hujan atau kemarau yang dapat dikendalikan menggunakan kalender di Indonesia.

– Lokasi Indonesia yang berada di pinggiran lempeng bumi (Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia). Dalam hal ini Indonesia mengalami kerugian selain keuntungan, yaitu menjadi wilayah yang sangat rentan terhadap gempa yang dapat berakibat fatal bagi negara ini.

Selain itu pengaruh uncontrolable dari luar:

– Pemanasan global akibat kadar CO2 yang berlebihan sehingga menyerap panas yang dipantulkan bumi, maka semakin hari iklim semakin panas dan permukaan laut semakin naik. (permukaan Indonesia yang terdiri dari kepulauan kecil tidak menguntungkan).

– Baru-baru ini diketahui bahwa pencemaran khususnya gas (CO2) dapat berpindah dari negara-kenegara hanya dalam hitungan hari yang berbentuk awan coklat, sehingga Indonesia bisa saja terkena imbas dari Industrialisasi yang cepat dari Cina yang membawa limbah gas akibat pembakaran batubara ke Indonesia (sumber: Discovery Channel).

Maka berbekalkan pernyataan diatas saya dapat meniru mama Loren untuk mengatakan bahwa akan terjadi kerusakan besar di Indonesia antara tahun 2010-2020, tanpa ada maksud apapun atas pernyataan tersebut.