SOLO—Setelah Komunitas Pedagang Pasar Klewer (KPPK), giliran Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) yang unjuk gigi terkait rencana revitalisasi pasar tradisional terbesar di Jateng tersebut.
HPPK menagih janji Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), terkait penataan pasar. “Waktu itu kami bertemu Jokowi di Loji Gandrung dan Balaikota, sekitar tahun 2009 dan akhir 2011. Pak Wali mengatakan akan menata Pasar Klewer saja. Saya sepakat dengan pendapat Pak Wali akan mengurusi hal lain sebelum pedagang di Klewer menyatakan satu pendapat. Karena kami yakin, pedagang Klewer masih satu pendapat menolak revitalisasi,” ujar pejabat Humas HPPK, Kusbani, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (2/2).
Kusbani berharap Jokowi mewujudkan janji yang pernah disampaikan kepada HPPK beberapa waktu lalu.
Bersambung ke Hal 11 kol 4
Kusbani menolak pendapat sejumlah pedagang yang menggunakan alasan keruwetan di sekitar pasar sebagai alasan bahwa Pasar Klewer layak untuk direvitalisasi. Menurut Kusbani, masalah keruwetan maupun masalah lain yang terjadi di sekitar Pasar Klewer tidak bisa dijadikan alasan.
“Permasalahan itu seharusnya bukan kewajiban pedagang untuk menyelesaikan. Itu kewajiban Pemkot Solo. Keruwetan sekitar Klewer tidak bisa dijadikan alasan segera melakukan revitalisasi,” imbuhnya.
Meski demikian, pihaknya tidak menyalahkan sikap KPPK yang mendatangi Jokowi, Rabu (1/2) lalu. Menurutnya, kunjungan KPPK merupakan hak masing-masing orang. Hanya saja, Kusbani mempertanyakan pedagang yang diwakili KPPK. “Pedagang yang mana? Kan dia mengatasnamakan komunitas. Padahal di Pasar Klewer ini kan banyak komunitas, seperti oprokan, pedagang kaki lima (PKL), kuli angkat dan lain-lain. Saat ini kami akan berkonsentrasi melakukan konsolidasi dengan pedagang. Saya berharap pedagang dapat bersikap tenang dan tidak termakan informasi yang simpang siur. Tetap tenang,” pungkasnya.
Seperti diberitakan Koran O, Kamis, KPPK mendatangi Jokowi di Balaikota, Rabu untuk mendesak Pemkot Solo segera mengambil sikap tegas terkait revitalisasi Pasar Klewer. KPPK mendukung penuh revitalisasi pasar tersebut karena dinilai sudah sangat ruwet.

Iklan