PROPOSAL
IKM TEKNOLOGI INFORMASI
DENGAN SISTEM INKUBATOR
Tahun 2005

Latar Belakang

Perkembangan perekonomian global yang berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi di Indonesia secara otomatis berkaitan dengan produk-produk piranti lunak (software) yang berkembang sangat pesat dan tidak dapat dipungkiri bahwa produk tersebut masih di dominasi dari manca negara. Hal ini menyebabkan bangsa Indonesia dihadapkan pada kondisi yang sulit karena harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk mencukupi kebutuhan piranti lunak (software) yang berasal dari manca negara.

Untuk menyikapi kondisi yang sudah sangat mendesak akan kebutuhan tersebut maka sangat dibutuhkan kreasi-kreasi baru di bidang Teknologi Informasi khususnya piranti lunak (software) yang dihasilkan oleh generasi muda Indonesia yang mempunyai potensi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan diharapkan bisa (go International).

Dengan pertimbangan tersebut diatas kita sadari bahwa Teknologi informasi harus dikembangkan secara maksimal dan serius pada generasi anak bangsa sehingga masyarakat Indonesia tidak tergantung dengan produk-produk Teknologi Informasi dari manca negara yang mempunyai nilai jual sangat tinggi baik perangkat keras atupun perangkat lunaknya. Oleh karena itu Ditjen IKM terus mengembangkan IKM Teknologi Informasi melalui sistem Inkubator.

Program Inkubator ini adalah mendidik para mahasiswa tingkat akhir ataupun lulusan baru di bidang Informasi Teknologi untuk bisa berdiri dan berkembang menjadi wirausahawan dibidang Informasi Teknologi yang bisa bersaing di pasar bebas. Para calon wiraushawan baru yang berada di inkubator terus dibina kemampuannya baik dari aspek teknis maupun manajerial, dan diharapkan bisa mandiri dalam waktu dua tahun.

Harapan dari program inkubator industri Perangkat Lunak ini bisa mencetak pengusaha baru di bidang IT yang mandiri dan tidak padat modal karena lebih mengutamakan keahlian dan kreatifitas. Dengan penyediaan peluang usaha di bidang industri Perangkat Lunak diharapkan akan tercipta calon wirausahawan yang kompeten dan nantinya dapat meramaikan pasar industri Perangkat Lunak baik dalam skala nasional maupun internasional.

Nama Kegiatan
“IKM Teknologi Informasi Dengan Sistem Inkubator Tahun 2005”.

Maksud dan Tujuan
Membangun wirausahawan baru di bidang Piranti Lunak yang padat modal dan business oriented.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan ini berlangsung selama 2 tahun yuitu tahun 2005-2006, dimana pusat Locus berada di Kampus STMIK Handayani Makassar.

Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa tingkat akhir ataupun alumni/lulusan baru kampus bersangkutan yang terlibat dalam seleksi tahap awal.
Ruang Lingkup Kegiatan
1. Rencana Kegiatan Inkubator
PROGRAM KERJA TETAP
IKM TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN SISTEM INKUBATOR
TAHUN 2005-2006
1. Pembentukan Pengurus Inkubator 2005-2006.
2. Musyawarah Bersama
3. Pengadaan Sekretariat
4. Pembuatan Website Inkubator
5. Kaderisasi Anggota Inkubator
6. Seminar IT
7. Magang
8. Pembuatan Software
PROGRAM KERJA TIDAK TETAP
IKM TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN SISTEM INKUBATOR
TAHUN 2005-2006
1. Study Banding
2. Jambore Nasional Inkubator
3. Pelatihan Komputer
4. Klub Minat Inkubator
5. Pembuatan Operation System
PROGRAM KERJA INSIDENTIAL
IKM TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN SISTEM INKUBATOR
TAHUN 2005-2006
1. Pelatihan Software & Hardware
2. Menerima Layanan Konseling IT
3. Menerima Layanan Pembuatan, Pengembangan IT
4. Penelitian dan Pengembangan Inkubator.
Catatan : Untuk item Anggaran dan sasaran kegiatan saya selaku orang yang menyusun program ini belum mengkaji secara jauh. Diperlukan pengkajian ulang terhadap seluruh isi program yang akan dilaksanakan.

2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD&ART)
– Anggaran Dasar
Anggaran dasar merupakan pedoman utama dalam menjalankan roda organisasi. Didalam Anggaran Dasar ini diatur cara kerja organisasi baik secara struktural dan operasional. Untuk Anggaran dasar IKM Teknologi Informasi Dengan Sistem Inkubator tahun 2005, saya hanya mampu sampai saat ini memberikan garis besar sebagai modal ide yang kelak dapat dijadikan sebagai masukan kepada teman-teman yang nantinya merumuskan secara bersama hal-hal yang akan dibuat. Adapun isi dari apa yang akan dalam ide saya yaitu:
a. Bab I berisi tentang Nama Inkubator, tempat dan tanggal berdirinya locus dimakasar.
b. Bab II berisikan Asas Inkubator, Landasan serta tujuan apa yang ingin dicapai dengan adanya Inkubator ini.
c. Bab III berisikan hal-hal yang mengatur masalah pembina dan anggota dalam tubuh Inkubator. Hal ini saya anggap perlu karena kedua pihak inilah yang menjadi tulang punggung Inkubator, serta hubungannya dengan Depperindag.
d. Bab IV dapat berisikan masalah kekuasaan yang mengikat seluruh peserta Inkubator yang sifatnya mutlak dan bentuk-bentuk pengambilan keputusan baik secara umum maupun khusus terutama masalah keuntungan dan kerugian Inkubator.
e. Bab V berisikan hal-hal yang mengatur masalah pengelolaan keuangan dalam lingkup Inkubator. Hal ini sangat perlu diatur jelas karena hal inilah nantinya menjadi unsur utama dan pertama hidup matinya Inkubator.
f. Bab VI berisikan bentuk organisasi Inkubator dan struktur organisasi yang ada dalam Inkubator ini.
g. Bab VII berisikan hal-hal menyangkut kekayaan atau harta benda yang dimiliki oleh Inkubator sehingga kejelasan kepemilikannya tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.
h. Bab VIII berisikan atribut-atribut organisasi termasuk logo/lambang Inkubator.
i. Bab IX berisikan hal-hal yang menyangkut pengesahan dari anggaran dasar ini.
j. Bab X merupakan bab penutup.
Demikian usulan isi Anggaran Dasar ini, saya sangat menyadari dan menyakini banyak kekurangan-kekurangan dan banyak hal-hal yang belum termuat didalamnya baik yang sifatnya utama maupun alternatif.

– Anggaran Rumah Tangga
Anggaran Rumah Tangga merupakan penjabaran lebih jauh dari apa yang termuat dalam Anggaran Dasar. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dapat dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga sehingga lebih memperkuat aturan dalam Inkubator. Selain itu hal-hal yang membutuhkan penjelasan yang lebih lanjut dan lebih jauh dari apa yang ada dalam Anggaran Dasar dapat dituliskan dalam Anggaran Rumah Tangga ini. Kemudian masalah isinya akan disesuiakan apa yang ada dalam dalam Anggaran Dasar. Saya belum bisa memberikan gambaran isi seperti apa karena harus menyesuaikan apa yang tersurat secara resmi dari Anggaran Dasar.

3. Rancangan System/Program yang Mempunyai Nilai Jual
Untuk rancangan System/program yang memiliki nilai jual secara spesifik belum dapat diberikan saat ini karenanya dibutuhkan waktu dan kajian yang lebih mendalam serta pembuatan sehingga system yang dibuat dapat menjadi sesuatu yang berguna dan laku dipasar IT. Dalam kesempatan proposal ini saya hanya mengajukan beberapa system/program umum yang diprediksi dapat dilirik oleh pasar IT antara lain:
a. System/program Akademik Online.
b. System/program Database Instansi/perusahaan berbasis Network.
c. System/program Keuangan/Akuntansi Perusahaan.
d. System/program berbasiskan website.
e. System/program keamanan perusahaan.
f. System/program otomatisasi controller.
Demikian rancangan system/program ini dibuat secara umum, untuk pengembangan system/program ini juga diperlukan kerjasama diantara sesama peserta inkubator dan pihak lain yang dianggap mampu untuk diajak kerjasama dalam proyek ini. Yang paling perlu adalah bagaimana kita bisa menembus tingkat kebutuhan pasar itu sendiri agar system/program yang dibuat dapat dilirik oleh pasar atau lebihnya lagi dapat dimiliki oleh pasar itu sendiri. Untuk itu diperlukan kerjasama dari seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan inkubator bisnis ini dalam hal menembus pasar IT nasional maupun regional.

4. Gambaran Pasar IT di Makassar (Kebutuhan, Pemasaran & Daya Beli Perusahaan atau instani setempat)
Untuk wilayah Sulawesi Selatan secara umum penggunaan dan pemanfaatan teknologi komputer dalam implementasi sehari-hari masih sangat kecil kuantitasnya. Hal ini terbukti benar bahwa hampir semua daerah-daerah (Kabupaten) diluar ibu kota provinsi Sulawesi Selatan masih terbatas pada kalangan-kalangan tertentu saja. Indikator yang sangat mencolok dan menarik diperhatikan yaitu Net Café atau yang lebih dikenal dengan sebutan Warnet disetiap kabupaten jumlahnya sangat memprihatinkan. Untungpun tak dapat diraih kalau daerah tersebut memiliki warnet. Satu warnet adalah jumlah rata-rata yang ditemukan disetiap daerah. Ini merupakan kendala awal yang menjadi tolak penilaian hampir disetiap daerah di Sulawesi Selatan. Secara umum pangsa pasar IT didaerah untuk software belum memungkinkan untuk satu dua tahun ini. Yang lebih dibutuhkan adalah pembangunan instalasi fisik dan pendukung dari dunia IT ini. Kemudian pangsa pasar yang dapat dengan mudah ditembus yaitu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang teknologi informasi melalui kegiatan-kegiatan yang dapat disesuaikan dengan trend perkembagan IT.
Untuk daerah makassar khususnya, trend teknologi informasi sudah cukup memadai. Hampir disetiap instansi pemerintahan baik sipil maupun militer, perusahaan, institusi pendidikan baik tingkat sekolah dasar, sekolah tingkat lanjut pertama maupun sekolah lanjut tingkat atas bahkan perguruan tinggi serta institusi lainnya telah banyak menggunakan dan memanfaatkan teknologi Informasi melalui optimalisasi pemanfaatan komputer sebagai sarana utama. Dilihat dari indikator ini kebutuhan akan system/program akan sangat beragam. Hal ini merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi kehidupan bisnis IT diMakassar. Ditambah dengan isu penegakan undang-undang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sudah mulai marak dimakassar. Ketakutan-ketakutan atas penggunaan software-software bajakan sudah mulai tumbuh walaupun dalam skup yang cukup kecil. Hal ini mau tidak mau secara otomatis juga akan sedikit banyaknya membantu selaku salah satu pihak yang bergerak dibidang bisnis IT.
Untuk kebutuhan pasar dimakassar kecendrungannya akan sangat beragam pula. Pasar untuk software masih cukup kecil mengingat penggunaan program-program bajakan masih cukup sangat dominan dan masih sangat disenangi apalagi tidak perlu kost sepeserpun. Kebutuhan yang sangat dibutuhkan masyarakat makassar saat ini yaitu peningkatan kualitas individu serta peningkatan kuantitas fasilitas yang ada. Untuk tingkat daya beli didaerah ini akan sangat sulit, hal ini disebabkan bahwa kesadaran akan kelebihan teknologi masih sangat kurang. Secara picik orang-orang didaerah ini masih menyenangi hal-hal yang lama. Inovasi baru kurang mendapat perhatian. Ditambah penggunaan system/program bajakan tetap menjadi primadona. Kemudahan dan kemurahan untuk mendapatkannya merupakan satu keuntungan tersendiri, orang-orang lebih menyenangi penggunaan system/program bajakan dan yang free. Secara umum dan gamlang bahwa untuk mendapatkan sesuatu produk IT pihak yang menginginkannya tidak akan mengalokasikan banyak anggaran untuk itu khususnya menyangkut softwarenya.

Penutup
Demikianlah Proposal IKM Teknologi Informasi Dengan Sistem Inkubator tahun 2005 saya buat selaku salah satu calon peserta yang mengikuti tahap seleksi sampai hari ini untuk dijadikan bahan pertimbangan menuju ketahap selanjutnya. Atas segala kekurangan yang ada pada proposal ini merupakan yang optimal dari saya pribadi sampai hari ini dan selaku salah seorang insan manusia yang hadir dimuka bumi ini. Mohon dengan besar hati dimaafkan. Hal ini akan lebih baik lagi ketika ada orang-orang diantara saya yang memasukkan sesuatu hal buat saya baik itu sebagai ide, saran, kritikan dan lain sebagainya untuk kesempurnaan proposal ini serta untuk kemajuan kita bersama. Atas segala perhatian, partisipasi, dukungan dan bantuan yang diberikan, saya haturkan banyak terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahman dan Rahim-Nya kepada kita semua. Amin…

Makassar, 20 Oktober 2005
Calon Peserta Inkubator