Kronologi Cerita:

1. Iran mainan Nuklir

2. AS memprotes

3. Iran berkilah, Israel bikin guede kok dibiarin, sementara Iran bikin kecil kok diobok2….

4. Eropa rembugan sama AS lalu menerapkan Embargo atas Iran melalui PBB

5. China dan Rusia memveto!

6. AS kirim mata-mata di darat dan di udara

7. Kebanyakan mata-mata tertangkap basah, sampai ngompol

8. AS berkilah lidah, tidak mengakui tertangkapnya pesawat mata2

9. Iran mempertontonkan Pesawat hasil tangkapan

10. Obama meminta kembali pesawat itu (Oooooo tukang ngapusi to AS ? Penipu…. Katanya bukan miliknya)

11. udah gitu AS mengaku pesawatnya lepas kendali. Ngapusi maneh…. 2:0 untuk Iran!

12. Eropa dan AS menyiapkan siasat lain dengan menerapkan Embargo sepihak (mau PBB setuju atau tidak bukan urusan lagi)

13. Iran pura2 latihan perang di selat Hormuz…

14. AS kelabakan, dan memohon untuk tidak menutup selat Hormuz. 3:0 untuk Iran!

15. Iran punya strategi lain dengan mengundang IAEA ke Iran… kalau sampai tidak terbukti Iran bikin senjata pemusnah massal, 4:0 untuk Iran. Tapi, belajar dari pengalaman Iraq, IAEA datang hanya berisi mata-mata AS untuk mengetahui seluk beluk Iraq, ada nggak ada Nuklir, tetep aja diserang. Tukang ngapusi!

16. AS kirim Pasukan dan Kapal induk ke Hormuz

17. Iran: caranya gampang blokade Hormuz, lebih mudah dari minum air… Apa coba ?? disebar ranjau anti radar (berteknologi pesawat tanpa awak AS).

18. AS kalah terus nih….

19. AS menuduh Iran mau membunuh diplomat Arab Saudi

20. Mau mengadu onta….. Politik lama… Gak laku. Mana berani Arab melawan Iran.

21. Israel mempersiapkan Rudal jumbo berhulu ledak Nuklir yang siap mengarah ke Iran…..

22. AS mengirim armada tempur AL ke selat Hormuz secara besar-besaran, menurut Rusia, AL Iran tak akan mampu menghadapi AS.

Kita tunggu perkembangan selanjutnya….

Dalam Hadist Nabi saw sudah dijelaskan sebelumnya bahwa antara Romawi (Barat) vs Persia (Iran) akan saling berperang, kadang menang, kadang kalah. Jadi saling bergantian menang dan kalahnya…. Tidak melulu Persia menang dan tidak melulu Romawi menang….

Seperti runtuhnya Konstantin juga sudah dicatat dalam hadist Nabi saw sebelumnya. Saat itu konstantin seperti AS, sebagai negara super power dan berkuasa. bisa dijatuhkan Kesultanan Osmani oleh Pasukan Al Fatih. Mereka orang-orang pilihan, yang jelas bukan dari golongan wahabi Arab.
Menarik sekali membaca opini Ibnu Burdah (Dosen UIN Jogja) dalam menyikapi konflik di Timur Tengah, benar-benar obyektif tanpa tedeng aling-aling … mo sunni/syiah, pro Arab atao Iran atao Islam-kafir, yang pasti, harus ada yang bisa menghentikan ancaman perang besar di timur-tengah. … Klo Paus yg katolik aja peduli, kenapa umat muslim tidak?

Tulisan dibawah ini mengingatkan saya pada percakapan dengan seorang asal Iran tapi suku Baluchistan Sunni, bukan Syiah seperti mayoritas. Awalnya saya mengobrol dengan beberapa rekan yang kebetulan mengenakan jaket bertuliskan “Free Palestina” dengan mencolok mata di sebuah kedai makan, naghh si Baluchistan ini tertarik berdiskusi dan membahas Palestina.

Setelah melalui pembicaraan panjang, dengan bahasa Arab bercampur persae (Persia) … si orang tua ini coba mengatakan bahwa:

gak mungkin Israel membiarkan begitu saja hubungan mesra Amerika dengan negara arab teluk (Saudi-Qatar-Kuwait-Oman) klo nggak menguntungkan Israel … kamu masih percaya bahwa rezim-rezim Arab-Sunni peduli dengan Palestina, anehnya kenapa hanya orang-orang Arab-Syiah yg rela bersimbah darah demi Palestina (Hezbulloh, Iran dan Syiria).

Sebuah ucapan yang menyadarkan saya, beruntunglah di Indonesia tidak ada konfrontaasi Sunni-Syiah

SATURDAY, 20 AUGUST 2011 10:07
PERANG ATAU CAMPUR TANGAN TUHAN
OLEH IBNU BURDAH*
PROXY WAR DENGAN SKALA TERBATAS SESUNGGUHNYA TELAH PECAH DI TIMUR TENGAH DALAM BEBERAPA TAHUN TERAKHIR. RIVALITAS NEGARA-NEGARA ARAB POROS AS, TERUTAMA ISRAEL, ARAB SAUDI, DAN BEBERAPA NEGARA TELUK LAIN, VERSUS KEKUATAN-KEKUATAN POROS IRAN MEMANG SANGAT TINGGI.

NAMUN, SEJAUH INI, KONFLIK BERSENJATA SECARA LANGSUNG DAN DALAM SKALA BESAR ANTARA NEGARA-NEGARA ITU DAN IRAN MEMANG BELUM TERJADI. RIVALITAS TERSEBUT, ANTARA LAIN, KEMUDIAN MEWUJUD DALAM KONFLIK ANTARA KEKUATAN DUKUNGAN ARAB SAUDI DAN KEKUATAN POROS IRAN DI BEBERAPA NEGARA DI TIMUR TENGAH.
IRAQ PASCA SADDAM HUSSEIN MENJADI ARENA ”SABUNG AYAM” PALING BERDARAH ANTARA KELOMPOK BERSENJATA SUNNI DAN SYIAH. MILISI SUNNI YANG KEHILANGAN KEKUASAAN DIYAKINI MEMPEROLEH DUKUNGAN PENDANAAN YANG KUAT DARI ARAB SAUDI DAN BEBERAPA NEGARA TELUK LAIN. SEMENTARA ITU, BEBERAPA MILISI SYIAH DIYAKINI MEMPEROLEH DUKUNGAN PERSENJATAAN DAN PELATIHAN DARI IRAN.
DUA KELOMPOK TERSEBUT SAMA-SAMA MENGGUNAKAN KEKERASAN, BAHKAN PENGEBOMAN DAN AKSI BUNUH DIRI, UNTUK MENCAPAI TUJUAN-TUJUANNYA. KETEGANGAN YANG SEBELUMNYA TIDAK PERNAH REDA ANTARA HIZBULLAH DAN KELOMPOK SUNNI DI LEBANON JUGA TIDAK LEPAS DARI KETEGANGAN HUBUNGAN ARAB SAUDI VERSUS IRAN-SYRIA. KONDISI SEMACAM ITU SECARA TERBATAS JUGA TERJADI DI BEBERAPA NEGARA LAIN, SEPERTI YAMAN, BAHRAIN, PALESTINA, DAN SOMALIA.
GELOMBANG REVOLUSI YANG MELANDA DUNIA ARAB SEKARANG MENYEDIAKAN KONDISI YANG MEMPERPARAH RIVALITAS. DI TENGAH BADAI PERUBAHAN, PIHAK-PIHAK YANG BERKONFLIK DI ATAS BERUPAYA MEMANFAATKAN SITUASI UNTUK MENCAPAI KEPENTINGAN-KEPENTINGANNYA DI KAWASAN. IRAN DITENGARAI SANGAT AKTIF MENDUKUNG GERAKAN RAKYAT ARAB MELAWAN REZIM-REZIM YANG MERUPAKAN MUSUHNYA SELAMA INI. ARAB SAUDI, BAHRAIN, DAN NEGARA TELUK LAIN SANGAT GERAM DENGAN PERILAKU IRAN.
SEMENTARA ITU, NEGARA-NEGARA TELUK DITENGARAI JUGA BERPERAN AKTIF DALAM MENDUKUNG RAKYAT SYRIA UNTUK MENGGULINGKAN REZIM ASAD, SEKUTU IRAN. MEREKA JUGA DITUDING TERLIBAT DALAM INSTABILITAS POLITIK DI LEBANON YANG SAAT INI DALAM GENGGAMAN HIZBULLAH (SEKUTU IRAN). KETEGANGAN ANTARA DUA POROS BESAR DI ATAS SEMAKIN TAMPAK KE PERMUKAAN DAN MENJURUS KEPADA KONFLIK YANG LEBIH TERBUKA.
ESKALASI KETEGANGAN
PERNYATAAN MANTAN PETINGGI CIA, ROBERT BAER, MENGENAI KEMUNGKINAN SERANGAN ISRAEL KE IRAN PADA SEPTEMBER TIDAK BISA DIABAIKAN BEGITU SAJA. HAL ITU BUKAN HANYA KARENA ISRAEL PERNAH MELAKUKAN HAL SERUPA TERHADAP IRAQ PADA 1981, TETAPI JUGA PERKEMBANGAN DEMI PERKEMBANGAN DI KAWASAN MENUNJUKKAN PENINGKATAN SECARA SIGNIFIKAN KETEGANGAN ANTARA POROS AS DAN IRAN DI KAWASAN.

PERILAKU DAN PERNYATAAN PARA AKTOR DI KAWASAN MENGINDIKASIKAN PERKEMBANGAN YANG MENGKHAWATIRKAN. IRAN TERUS MENDEMONSTRASIKAN CAPAIAN-CAPAIAN TEKNOLOGI PERSENJATAANNYA, TERMASUK MILITANSI DAN KECAKAPAN PASUKAN ELITE NEGARA ITU DALAM MENGOPERASIKANNYA. TEHERAN CENDERUNG MANDIRI DALAM UPAYA TERSEBUT DAN MEMBERI SINYAL TERHADAP MUSUH-MUSUHNYA BAHWA NEGARA ITU MEMILIKI KAPASITAS YANG KREDIBEL UNTUK MENGHADAPI ANCAMAN BESAR.
SEMENTARA ITU, ARAB SAUDI, KUWAIT, DAN NEGARA-NEGARA TELUK YANG JAUH LEBIH KUAT SECARA FINANSIAL BERSANDAR PADA PEMBELIAN PERSENJATAAN TERCANGGGIH DARI AS, JERMAN, PRANCIS, DAN NEGARA-NEGARA BERTEKNOLOGI MAJU LAIN. GELONTORAN DANA UNTUK BELANJA SENJATA YANG JUMLAHNYA TIDAK MASUK AKAL JELAS MENGINDIKASIKAN ADANYA PERSEPSI ANCAMAN YANG SANGAT BESAR DI KALANGAN PENGAMBIL KEBIJAKAN.
KEPUTUSAN JERMAN DAN AS UNTUK TETAP MENJUAL SENJATA-SENJATA ITU, KENDATI MENDAPAT KRITIK KERAS DARI DALAM NEGERI, MENIMBULKAN KECURIGAAN ADANYA SKENARIO BESAR DI KAWASAN TERHADAP IRAN. DUGAAN SKENARIO TERSEBUT DIPERKUAT OLEH PENUNDAAN PENARIKAN TENTARA AS DALAM JUMLAH BESAR DARI IRAQ DAN, YANG TIDAK KALAH PENTING, BOCORAN WIKILIEAKS MENGENAI USUL ARAB SAUDI KEPADA AS UNTUK SEGERA MELAKUKAN OFENSIF MILITER TERHADAP IRAN BEBERAPA WAKTU LALU.
PERKEMBANGAN DI LAPANGAN ITU JUGA DISERTAI KETEGANGAN DIPLOMATIK ANTARA IRAN DAN NEGARA-NEGARA TELUK DALAM KOORDINASI BADAN KERJA SAMA TELUK ATAU GCC (GULF COOPERATION COUNCIL). DUA PIHAK ITU BUKAN HANYA SALING MELONTARKAN PERNYATAAN KERAS, TETAPI JUGA MELIBATKAN PENGUSIRAN DIPLOMAT. GCC MENUDUH IRAN SUDAH KETERLALUAN MENGINTERVENSI URUSAN DALAM NEGERI MEREKA. IRAN SENDIRI TERUS BERTERIAK ATAS KEBRUTALAN REZIM TELUK, TERUTAMA ARAB SAUDI DAN BAHRAIN, TERHADAP PROTES RAKYATNYA (WARGA SYIAH).
SEKUTU-SEKUTU IRAN, TAMPAKNYA, JUGA DIPERSIAPKAN UNTUK MENGHADAPI SITUASI YANG SANGAT BURUK DI KAWASAN. HIZBULLAH DI LEBANON, HOUTHSI DI YAMAN SELATAN, DAN DI BEBERAPA NEGARA LAIN DIBERITAKAN MEMPEROLEH TAMBAHAN PERSENJATAAN SECARA SIGNIFIKAN, BAIK DARI IRAN MAUPUN SYRIA. PIDATO-PIDATO HASAN NASRULLAH, PEMIMPIN HIZBULLAH, AKHIR-AKHIR INI SEMAKIN KERAS DALAM MENYIKAPI PERKEMBANGAN DI KAWASAN. RANGKAIN PENYERANGAN ”TERORIS” DI WILAYAH IRAN BARU-BARU INI DICURIGAI SEBAGAI TEST CASE MUSUH TERHADAP KEMAMPUAN PERTAHANAN NEGARA ITU.
OPSI PERANG TERBUKA JELAS SANGAT MENGERIKAN, TETAPI PERSEPSI MASING-MASING PIHAK TERHADAP LAWAN SERING MEMBUAT PENGAMBIL KEBIJAKAN MERASA TERPAKSA MENGAMBIL OPSI TERSEBUT. YANG JELAS, KEPANIKAN LUAR BIASA TENGAH MENIMPA PENGUASA NEGARA-NEGARA ARAB, TERUTAMA NEGARA DENGAN KADAR DEMOKRASI DAN PEMERATAAN EKONOMI YANG RENDAH, TERMASUK ARAB SAUDI DAN NEGARA-NEGARA TELUK LAIN.
ARAB SAUDI KINI DIKEPUNG GERAKAN RAKYAT DI BAHRAIN, JORDANIA, DAN YAMAN YANG SANGAT MUNGKIN MENJELAR CEPAT KE NEGERI TERSEBUT. SEMENTARA ITU, PENGAMBIL KEBIJAKAN IRAN MEMPERTIMBANGKAN KEMUNGKINAN DISERANG ISRAEL ATAU POROS AS YANG LAIN SEBAGAIMANA BOCORAN WIKILIEAKS. DALAM PSIKOLOGI YANG SAMA-SAMA TERTEKAN SEMACAM ITU DAN REALITAS DI LAPANGAN YANG SEMAKIN MEMBURUK, OPSI PERANG TIDAK MUSTAHIL DIAMBIL.
SULIT MEMBAYANGKAN BETAPA BESAR TRAGEDI KEMANUSIAAN YANG AKAN TERJADI JIKA OPSI ITU BENAR-BENAR DIAMBIL. SEBAB, PERANG TERSEBUT AKAN MELIBATKAN HAMPIR SEMUA PIHAK DI KAWASAN DENGAN SPEKTRUM LUAS DAN SENTIMEN YANG SANGAT DALAM. SENTIMEN ITU TERKAIT DENGAN RIVALITAS HISTORIS SUNNI-SYIAH ATAU BAHKAN ISLAM DAN BARAT.
SEPERTINYA, TIDAK SALAH KOMENTAR FRUSTRASI PAUS YOHANNES II BAHWA SATU-SATUNYA JALAN REALISTIS UNTUK MENYELESAIKAN KONFLIK TIMUR TENGAH ADALAH KETERLIBATAN LANGSUNG TUHAN KE BUMI UNTUK MEMAKSA MASING-MASING PIHAK BERDAMAI. KEBERHASILAN CARA LAIN ADALAH MUKJIZAT ATAU UTOPIA BELAKA.
*) PEMERHATI TIMUR TENGAH DAN DUNIA ISLAM, DOSEN FAKULTAS ADAB UIN SUNAN KALIJAGA

Pejabat penting militer AS memulai serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin Israel, Jumat (20/1/2012), di tengah kekhawatiran internasional yang meningkat bahwa Israel bisa bertindak sendiri untuk menggagalkan program nuklir Iran.

Dalam lawatan pertamanya ke Israel sejak ditunjuk sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Martin Dempsey, tampil untuk meredakan perbedaan kebijakan antara kedua negara itu dan mengukuhkan kerja sama AS – Israel. Dalam pertemuan dengan mitranya dari Israel, Letnan Jenderal Benny Gantz, Dempsey mengatakan, kunjungannya mencerminkan “komitmen yang kami miliki terhadap satu sama lain, dan saya di sini untuk meyakinkan Anda bahwa itulah yang terjadi.”

Gantz menyuarakan kembali pentingnya kerja sama antara kedua negara, tapi juga menyinggung adanya perbedaan dalam pendekatan kebijakan. “Saya tahu bahwa kedua negara kami punya minat yang sama, nilai yang sama, dan saya yakin, bagaimanapun juga, kami dapat mengerjakan itu secara bersama-sama,” kata Gantz kepada Dempsey.

Dalam sebuah pertemuan setelah itu, Dempsey diberitahu Presiden Israel Shimon Peres bahwa Israel percaya pada militer Amerika Serikat dan “bahwa bahkan saat ini dalam situasi yang sangat rumit kita bisa menemukan kesamaan.”

Kunjungan Dempsey, yang para pejabat dari kedua belah pihak hanya menggambarkan sebagai sebuah kesempatan untuk membahas masalah keamanan regional, terjadi saat ketegangan terkait program nuklir Iran terus meningkat. Pemerintahan Obama telah mendorong para sekutu untuk menandatangani sejumlah sanksi yang menyasar industri minyak dan bank sentral Republik Islam itu. Sementara para pemimpin Iran telah mengeluarkan ancaman untuk menutup Selat Hormuz, titik transit penting bagi seperlima dari penyaluran minyak dunia. AS telah memperingatkan Iran terkait ancaman tersebut.

Para pejabat di Washington berharap, pengetatan jerat sanksi akan memaksa Iran meninggalkan apa yang Gedung Putih yakin sebagai upaya Iran untuk memproduksi senjata nuklir. Iran telah membantah bahwa pihaknya mengupayakan senjata nuklir. Negara itu menegaskan, program nuklirnya murni untuk tujuan sipil.

Kunjungan Dempsey ke Israel saat ini secara luas dipandang sebagai upaya AS untuk meyakinkan Israel agar biarkan dulu sanksi-sanksi itu diterapkan dan untuk mencegah setiap tindakan militer sepihak Israel terhadap Iran. Meski Pemerintah Israel menyambut langkah nonmiliter yang lebih keras terhadap Iran, sejumlah pejabat Israel telah mempertanyakan efektivitas penerapan sanksi tersebut.

Hari Minggu lalu Wakil Perdana Menteri Israel, Moshe Ya’alon, mengatakan kepada radio Israel, “Di pemerintahan AS ada keraguan karena takut harga minyak naik tahun ini.” Menurut Ya’alon, keraguan itu terkait dengan penyelenggaraan pemilu di AS tahun ini. Menurut dia, hal itu merupakan sesuatu yang “mengecewakan” Israel.

Sumber :CNN

Iklan