Jawa tengah lebih besar dari malaysia, apa benar?


Jawa Tengah Lebih Besar dari Malaysia!
18 Januari 2019 (copas)

Pernyataan Prabowo bikin heboh. Banyak yang tak terima ketika Prabowo menyatakan Jawa Tengah “lebih besar” dibanding Malaysia. Faktanya, kata mereka, luas wilayah Malaysia lebih besar dibanding Jawa Tengah. Sontak Prabowo dianggap asal cuap dan berwawasan rendah. Benarkah anggapan demikian?

Mari cek fakta. Kita mulai dari mengutip pernyataan Prabowo dalam debat perdana Capres-Cawapres yang digelar KPU, Kamis (19/01/2019)

“Sebagai contoh, bagaimana bisa seorang gubernur gajinya hanya Rp 8 juta? Kemudian dia mengelola provinsi umpamanya Jawa Tengan yang lebih besar dari Malaysia dengan APBD begitu besar.”

Jelas. Prabowo menyatakan “lebih besar” dan tidak pernah menyebut Jawa Tengah “lebih luas: dibanding Malaysia. Kata “lebih besar” yang dimaksudkan oleh Prabowo lebih bersifat administratif kewilayahan, bukan pengertian wilayah secara umum yang meliputi daratan dan lautan. Lebih fatal lagi jika disamakan dengan “luas”. Inilah kekeliruan utama mereka yang mengkritik Prabowo. Mereka seenaknya mengartikan kata “lebih besar” itu sama dengan “wilayah yang diartikan Luas”. Silahkan buka buku teori matematika karya ilmuwan kelas wahid sekalipun. Anda tidak akan menemukan fakta bahwa “lebih besar” yang dilambangkan dengan “>” adalah sama dengan “Luas” yang dilambangkan dengan….

Cek sendiri satuan matematika untuk “luas” itu seperti apa. Jangan malas mikir!

Ok. Sekarang jelas. Lebih besar tidak boleh disamakan dengan wilayah atau luas. Kalaupun mau dikaitkan dengan wilayah, maka wilayah admistratif patokannya! Ingat, kita bicara anggaran, maka kaitannya dengan jumlah penduduk yang terdistribusi ke kabupaten/kota untuk pembagian wilayah administratif di Indonesia. Untuk Malaysia silahkan cek sendiri. Jangan malas mikir untuk kedua kalinya!

Sekarang kita cek fakta administratifnya.

Jumlah penduduk.

Malaysia : 30.697.000 jiwa (2015)

Jawa Tengah : 35.557.249 (2015)

Dari segi jumlah penduduk, faktanya memang : Jawa Tengah “lebih besar” dibanding Malaysia, bukan lebih luas!

Wilayah Administratif

Jumlah penduduk terdistribusi ke wilayah adminisratif. Cek faktanya.

Malaysia : Terdiri dari 13 negara bagian,

Jawa Tengah : Terdiri dari 35 Kabupaten/kota.

Dari segi administratif, Jawa Tengah “lebih besar” dibanding Malaysia, bukan lebih luas!

Dari segi jumlah kota atau setingkat kecamatan pun, Jawa Tengah tetap “lebih besar” alias lebih banyak dibanding Malaysia. Silahkan cek sendiri di peta.

Lalu di mana letak kekeliruan Prabowo dalam soal ini? Tidak ada sama sekali. Yang keliru itu adalah ketika anda menyatakan “lebih besar” itu sama dengan “luas”, lalu anda kaitkan dengan anggaran. Jelas keliru. Sebagai contoh, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk Papua dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan cakupan wilayah admistratif, bukan luas, Mas bro. 👆🏼👌✌

Senapan DCOBRA REBOND Spring Type SIG 556 MADE IN INDONESIA


setelah beberapa kali melihat promo toko online yg menyepongsori salah satu liga persepakbolaan di indonesia saya kepincut dengan salahsatu produk senapan ini.. ya senapan merk DCOBRA SIG AUER 556 made in indonesia.

Awalnya saya merasa ragu, itu senapan terbuat dari plastik dan lokasi penjual berada di deliserdang medan sana..

Setelah saya meliat dari beberapa testimoni di youtube, ahirnya saya beli gays..

Dan alhamdulillah semua perasaan ragu saya hanya sebatas ragu dan tidak diragukan lagi semua berbanding 1000% dengan keraguan saya waktu itu.

Inilah ketidak raguan saya dgn senapan ini:

1. Waktu pengiriman dari deliserdang medan sumatra utara ke kota kudus timur hanya 3hari.

2. Bahan senapan terbuat dari plastik ABS , seperti chamber senapan angin sharp inova.

3. Jarak efektif tembak sebelum di upgrade 20 sd 25 meter

4. Jarak tembak acak 30 meter lebih (semakin jauh kekuatan dorongan peluru ketaget semaki berkurang)

5. Kemampuan kekuatan spring menembak ballplastic dari 20, 25, 30, kekuatan semakin kencang.. tetapi hanya sebatas 30m

6. Desain elegan

7. Ringan

8. Tidak untuk menembak binatang, hanya evektif untuk sasaran ringan (dipastikan bukan untuk berburu)

9. Harga terjangkau.. refrensi harga antara Rp.150.rb / $.15 sampai Rp.210rb / $.21 jika ditoko online tergantung jarak pengiriman (th2019) mungkin bisa turun atau naik

10. Unit mudah bisa di bongkar pasang dan bisa dibawa kemana2 tanpa merasa canggung.

11. Cocok buat koleksi/ pajangan/ selfi/ bermain secara safety dgn klab shoteer spring.

Untuk kekurangan dari senapan dcobra sendiri menurut saya sebelum diuprade/sebelum dimodifikasi adalah :

1. Peluru sering acak 4 dibanding 1 baru kena target. (Mungkin karna plurunya plastik dan beratnya beda)

2. Tele tidak bisa dibuat untuk membidik sebatas aksesori (sebagai lampulaser)

3. Spring bipod kurang kencang

4. Pengait popor kurang kencang

5. Pelatuknya terbuat dari plastik

6. Belum ada tali selendang senapan

7. Belum ada visir belakang jika tele laser dilepas.

8. Tidak ada label QC (kemungkinan barang acak atau prodak rumahan)

Baik itu saja dari saya smga bermanfaat gays..

Kenapa ada apem seharga 80jt??? Why??


*KENAPA ADA APEM SEHARGA 80JT,* *_PADAHAL RASANYA SAMA ??_*
*KARENA SEMUA LEBIH DARI SEKEDAR RASA*

Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda;

إذا رَأى أحَدُكُم امْرَأةً حَسْناءَ فأعْجَبَتْهُ فَلْيَأتِ أهْلَهُ فإنَّ البُضْعَ واحِدٌ ومَعَها مِثْلُ الذِي مَعَها

“Jika diantara kalian melihat seorang perempuan cantik rupawan kemudian membuatmu takjub & terpana, maka segera datangi (gauli) istrimu. Karena sesungguhnya budh’ (alat kelamin perempuan) itu satu (rasa). (Alat kelamin) yang ada pada sang istri sama peeais dengan apa yang ada pada perempuan tersebut”

Semakna dengan hadits di atas, dengan derajat sahih, adalah hadits riwayat Muslim, Abi Dawud, dll dengan redaksi yang mirip. Seperti;

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى امْرَأَةً فَأَتَى امْرَأَتَهُ زَيْنَبَ وَهِيَ تَمْعَسُ مَنِيئَةً لَهَا فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ.

Diriwayatkan dari Jabir, bahwa Rasulullah SAW melihat seorang perempuan, Kemudian beliau datang ke isterinya, Zainab yang sedang menggosok kulit (binatang) miliknya yang mau disamak, lalu beliau menunaikan hajatnya (berhubungan dengan Zainab), kemudian beliau keluar menuju para sahabat, lalu bersabda: “Sesungguhnya wanita itu menghadap ke muka dalam bentuk syetan, dan (menghadap) ke belakang dalam bentuk syetan (pula). Maka apabila salah satu di antara kalian melihat seorang perempuan, hendaklah ia gauli isterinya, karena hal tersebut dapat menampik apa yang ada pada dirinya (yakni gejolak syahwat).” (HR Muslim)

Hadits pertama riwayat Ibnu Umar diatas, secara tegas menyatakan bahwa “APEM ALAMI” memiliki rasa yang sama.

Bahkan Imam Munawi, memberikan adagium menarik tentang hal ini dengan mengatakan;

اﻟﻔﺮﻭﺝ ﻣﺘﺤﺪﺓ اﻟﻤﺬاﻕ ﻏﻴﺮ ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ ﻋﻨﺪ اﻟﺤﺬاﻕ

“Semua Alat kelamin wanita berasa sama, tidak ada perbedaan bagi orang yang cerdas”

Kenapa menjadi berbeda & terkesan istimewa??! Semua karena godaan & bisikan syetan, bukan karena #jeritan maupun #cubitan

ﻣﻌﻬﺎ ﻓﺮﺝ ﻣﺜﻞ ﻓﺮﺝ اﻷﺟﻨﺒﻴﺔ ﻭﻻ ﻣﺰﻳﺔ ﻟﻔﺮﺝ اﻷﺟﻨﺒﻴﺔ ﻭاﻟﺘﻤﻴﻴﺰ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻣﻦ ﻓﺨﻮﺥ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭﺗﺰﻳﻴﻨﻪ.

Enak dadi wong ndeso


Hati2 Jangan beli barang yang pakai bahasa “English”….
Harganya muahalll, dadio wong Ndeso waè irit

Contohnya :
Kopi Ireng : Rp.2.000,-
Black Coffee : Rp.15.000,-
Ra percoyo dolano cafe

Pijet : Rp.30.000,-
Massage : Rp.300.000,-
Ra percoyo dolano panti pijat

Banyu adem: Rp.500,-
Cold Drink : Rp.8.500,-
Ra percoyo dolano indomart/alfamart

Ayam Goreng : Rp.5.000,-
Fried Chicken : Rp.27.000,-
Ra percoyo dolano mc’donald/kfc

Pecel : Rp.5.000,-
Salad with peanut sauce : Rp.22.000,-
Ra percoyo dolano nang pizza hut

Rusun Pinggir Kali : Rp.70 juta
Riverside Apartment : Rp.650 juta
Ra percoyo tukuo opo meneh kredit

Bahkan untuk tanah pemakaman…….
Kuburan ndeso : Rp.gratis
Mount Carment : Rp.65 juta
Ra percoyo cobanen..

Ngeri meneh iki;
6 Apel = Rp.12 ribu
Apple 6 = Rp.12 Juta
Ra percoyo dolano toko ponsel

Raup = Rp.1000
Facial = Rp.50 ribu

Bangkrut…bangkrut…!😂

penak dadi wong Ndeso….
HIDUP WONG NDESO ..

Kisah jad, si anak keturunan yahudi


Kisah nyata yang bagus..
Panjang tapi 👍

*KISAH JAD, SI ANAK YAHUDI*
[30 tahun lebih ia telah meng-Islamkan lebih dari 6 juta orang di Afrika.]

Jad, adalah seorang bocah berusia 7 tahun di era tahun 40-an. Tinggal bersama keluarganya di salah satu apartemen di sebuah kota di Prancis. Ia terlahir dari keluarga Yahudi yang taat dan berpendidikan tinggi. Ibunya salah seorang professor di universitas terkemuka di Perancis kala itu.

Di salah satu sudut lantai dasar apartemen tersebut, ada sebuah toko kecil “serba ada” yang menjadi tempat bagi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, termasuk keluarga Jad. Toko itu milik seorang berkebangsaan Turki, Ibrahim, 67 tahun. Seorang yang sangat sederhana, bukan dari kalangan berpendidikan tinggi.

Jad kecil hampir setiap hari berbelanja di toko ini. Bila berbelanja, selalu, tanpa sepengetahuan Ibrahim, setidaknya begitu persangkaannya, diam2 ia mengambil sebuah permen coklat.
Sampai suatu hari ia lupa mengambil (maaf : mencuri) coklat tersebut.
Ketika melangkah meninggalkan toko, Ibrahim memanggilnya dan berkata, “Jad, kamu lupa sesuatu, Nak.”
Jad kecil memeriksa belanjaannya. Tetapi, tidak menemukan sesuatu yg terlupakan.
“Bukan itu,” kata Ibrahim. “Ini.” Sambil memegang coklat yang biasa diambil Jad. Tentu saja Jad kaget dan ketakutan. Takut bila Ibrahim menyampaikan ‘hal memalukan’ tersebut ke orang tuanya. Reaksinya, bengong dan pucat.
“Tidak apa-apa, Nak,.. Mulai hari ini kau boleh mengambil sebuah coklat gratis setiap berbelanja sebagai hadiah. Tapi, berjanjilah utk jujur mengatakannya,”
kata Ibrahim sambil tersenyum.

Sejak hari itu, Jad menjadi sahabat Ibrahim. Ia tidak hanya datang menjumpai Ibrahim untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat bercerita dan menumpahkan keluh kesahnya.
Bila menghadapi suatu masalah, Ibrahim adalah orang yg pertama diajaknya berbicara. Dan bila itu terjadi, Ibrahim tidak pernah langsung menjawabnya, namun selalu menyuruh Jad untuk membuka halaman sebuah buku tebal yg tersimpan di sebuah kotak kayu. Ibrahim akan membaca dua halaman tersebut tanpa suara, kemudian menjelaskan jawaban dari masalah yang dihadapi Jad.

Hal tersebut berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Sampai satu ketika salah seorang anak Ibrahim mendatangi Jad dan memberikan kotak tersebut kepadanya sembari membawa berita yang sangat menyedihkan. Ibrahim, sahabat sejatinya telah berpulang. Wafat.
Kotak berisi kitab itu diterimanya penuh haru. Jad memperlakukan-nya dengan takzim sebagai representasi Ibrahim.

Satu ketika, saat ia berhadapan dengan satu masalah pelik, ia mengambil kotak dan membuka kitab yang ada di dalamnya, sebagaimana yg sering ia lakukan dengan Ibrahim. Ternyata kitab itu bertuliskan huruf Arab. Ia pun memohon kepada temannya yang berkebangsaan Tunisia untuk menjelaskan makna dari 2 halaman yang dipilihnya secara acak.
Sang teman ini pun kemudian membacakan makna tulisan itu. Sungguh, apa yang disampaikan sahabatnya, seakan bagai jawaban khusus bagi masalah yang sedang ia hadapi.

Jad lalu bertanya kepada sahabatnya: “Ini kitab apa..?”
*”Al-Qur’an*, kitab suci Umat Islam.”
Kaget dan takjub Jad mendengar hal tersebut, ia langsung bertanya bagaimana syarat utk menjadi seorang Muslim.
Dijawab oleh si Tunisia : “Mudah, Syahadat dan berusaha menjalankan Syariah.”

Hari itu Jad masuk Islam dan mengubah namanya menjadi *Jadullah Al-Qurani*. Dia berjanji untuk mempelajari Al-Quran dengan sebaik-baik dan semampunya.
Tentu saja keluarganya yang beragama Yahudi, terutama Ibunya yang profesor, sulit menerima hal tersebut dan berusaha untuk mengembalikan Jad kepada keyakinannya semula.
Sang Ibu berjuang dengan berbagai cara bahkan mengajak teman-teman dari kalangan intelektual Yahudi untuk memberi pengertian pada Jad. Ini berlangsung selama 30 tahun, tetapi tidak berhasil.
Pengaruh Ibrahim yang bersahaja, ternyata mengalahkan semua orang-orang pintar di sekitar Jad.

Jadullah pernah berkata:
*”Saya menjadi Muslim di tangan seorang lelaki yg justru tidak pernah berbicara tentang agama, Tak pernah berkata:*
*”kamu Yahudi!!”*
*”kamu Kafir!”*
*”belajarlah agama!”*
*”jadilah muslim!”*
*Tapi, ia menyentuh saya dengan akhlak, sebaik-baiknya perilaku.* *Memperkenalkan kepada saya sebaik-baiknya kitab, Al-Qur’an.”*

Jadullah mempelajari Al-Qur’an serta memahami isinya, kemudian ia berdakwah di Eropa hingga berhasil mengIslamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.

Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur’an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua Afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan di bawah tanda tangan itu tertuliskan ayat :
(( ﺍُﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ (!!… )
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!…” (QS. An-Nahl; 125)

Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya.
Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang di antaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil meng-Islamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zolo, belum suku-suku lainnya.

Jadullah Al-Qur’ani meninggal di thn 2003.. dlm perjalanan hidupnya sbg seorang Muslim,
30 tahun lebih ia telah meng-Islamkan lebih dari 6 juta orang di Afrika.
Sementara Ibunya masuk Islam di tahun 2005, di usia 78 tahun, dua tahun setelah meninggalnya sang anak, Jadullah Al-Qur’ani.

Di sebagian fragmen cerita nyata ini, akhirnya menginspirasi sineas Perancis untuk memfilmkannya dengan judul, “MONSIEUR IBRAHIM et Les Fleurs du Coran‘ (Ibrahim dan Bunga-Bunga Quran) yang disutradarai Francois Dupeyron. Film ini dibintangi aktor legendaris mesir Omar Sharif (sebagai Uncle Ibrahim) dan aktor muda berbakat Perancis Pierre Boulanger (sebagai Jad, pemuda Yahudi).

Saudaraku…
Ini kisah nyata luar biasa yg sangat inspiratif, terutama bagi para juru Dakwah.
Kenyataannya masih banyak dari Saudara Muslim kita yang masih suka mengkafir-kafirkan saudara Muslim yg lain, hanya krn berbeda guru atau mazhab atau cara memaknai sebuah, atau beberapa ayat Al Qur’an atau Hadits.

Subhanallah…
Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala Aalihi Washohbihi Wabarik Wassalim.

Semoga kita termasuk muslim yg taat.

Obat paling mujarab


*”DOKTER INI TERKEJUT..!!! TERNYATA DZIKIR MERUPAKAN OBAT YANG PALING MUJARAB, SUBHANALLAH”..!!!*

Dr. dr. Arman Yurisaldi Saleh, M.Kes, Sp. S dari RS Satyanegara Sunter – Jakarta (Alumni SMAN 3 Malang & S1-FK UB), menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir.

Pasien yg mengalami persoalan alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid *”Laa iIlaaha illallah “* serta kalimat istighfar *”Astaghfirullah”*.

Menurut Dr. dr. Arman, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan “Laa iIlaaha illallah” serta *”Astaghfirullah”* bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien. Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yg bisa mengeluarkan CO2 dari otak.

Dalam kalimat *”Laa Illaaha Illallah”* ada huruf Jahr yg diulang tujuh kali, yakni huruf *”Lam”*, serta *”Astaghfirullah”* ada huruf *”Ghayn”, ” Ra”*, serta dua buah *”Lam”* hingga ada 4 huruf Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut.
CO2 yg dikeluarkan oleh badan tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.

Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf, ada hubungan yg erat pada pelafadzan huruf (Makharij Al-huruf) pd bacaan dzikir dgn aliran darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida) & system yg rumit didalam otak pd keadaan fisik atau psikis spesial.

Nah sahabatku.. mari membiasakan & memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid *”Laa iIlaaha illallah”* & kalimat istighfar *”Astaghfirullah”*.

Semoga Allah beri kekuatan untuk merutinkan tiap hari……

Dan Mudah-mudahan menambah keberkahan

Pertaruhan sang reformator amien rais


PERTARUHAN AMIEN RAIS

Amien Rais bukanlah politisi atau intelektual kemarin sore. Ia sudah terkenal sejak masih mahasiswa. Esai-esainya padat dan tajam. Ceramah-ceramahnya enak dikunyah.

Ia memang bisa menulis dan berbicara sama baiknya. Itulah yang membedakannya dengan Cak Nur, Dawam, atau Kunto. Meski tulisannya bagus, ketiga rekan Amien tadi bukanlah tipikal pembicara yang bisa menyihir pendengarnya. Sementara Amien bisa. Kelemahan putera Solo ini barangkali hanyalah ia tak punya nafas panjang. Sebagian besar tulisannya memang hanya berupa esai-esai pendek.

Sebagai aktivis, pendakwah, sekaligus ilmuwan politik, telah lama Amien bertaruh dengan risiko karena harus bergesekan dengan kekuasaan. Risiko yang dihadapinya tidaklah kecil, karena sejak dulu ia concern dengan isu-isu ekonomi politik. Ya, ia bukan hanya berdakwah tentang keimanan dan ketakwaan, tapi juga tentang kemiskinan, ketimpangan, dan isu-isu struktural lainnya. Ia tak hanya berkutat di soal-soal normatif dan estetika sosial, tapi juga terjun ke soal-soal politik yang sensitif.

Kritiknya verbal, tak bersifat pasemon dan karikatural sebagaimana sejumlah intelektual atau pemimpin ummat segenerasinya. Tak heran, di ujung kekuasaan Orde Baru, ia mudah sekali menjadi ikon perubahan, menjadi idola di ambang pergantian alaf. Ia memang pantas mendapatkan panggung besar itu.

Di ujung kekuasaan Orde Baru, oleh media Amien digunakan sebagai juru bicara untuk melawan Soeharto. Namun, sesudah Soeharto tumbang, ia mengalami proses “demonisasi”. Sepertinya, ada pihak-pihak yang tak menyukai jika karir politik Amien terus moncer. Dan mereka mulai mengorbitkan matahari-matahari lain, matahari-matahari yang tiba-tiba saja menjadi raksasa di halaman-halaman dan layar media sesudah pergantian milenium. Mereka dikesankan sebagai brahmana yang lebih suci daripada Amien Rais yang sudah terlalu politis.

Masalahnya, para brahmana tadi tak pernah bertaruh apapun. Atau, paling tidak tak pernah bertaruh banyak. Mereka tak pernah mempertaruhkan jabatannya karena menyinggung pusat kekuasaan. Tak pernah mempertaruhkan nyawanya karena berani menyentuh tabu-tabu politik yang mengusik penguasa. Rumah mereka tak pernah menjadi incaran peluru nyasar. Mereka, tanpa mengurangi hormat, paling banter juga hanya bisa berjualan isu-isu “kosmetika sosial” belaka.

Amien bukanlah orang suci. Dan ia memang tak perlu dibela untuk alasan-alasan utopis semacam itu. Namun ia pernah bertaruh banyak. Ia sangat pantas diberi kehormatan untuk itu.

%d bloggers like this: