pembelian pesawat MIG 30 dan MIG 35 indonesia Deal

jakarta, tahun ini menjadi berita yang menghentakan dunia indonesia tiba mengajukan proposal pembelian ke Mikoyan-Gurevich MiG Микоян и Гуревич МиГ dengan harga yang pantas  dan langsung di sepakati oleh perusahaan milik negara beruang merah tersebut.. tanpa mengacu dengan pasang surut hubungan indonesia – rusia karena pengaruh amerika,

tan pa mempengaruhi militer indonesia tentang film2 boxofice amerika yang selalu menyudutkan pesawat mig kalah duel dengan pesawat peroduk mereka, indonesia tetap mantab selain dengan sukhoi produk rusia juga dengan mig type 30 dan 35 berikut jumblah pembelianya

paket 42 MIG 30+isntalasi senjata

paket 22 MIG 35+ instalasi senjata

jayalah indonesiaku.. merdeka!!

pesawat mig kita (indonesia) dirampas Amerika secara politik

 

 

Adakah yang pernah bertanya dimana gerangan sisa-sisa kejayaan angkatan udara kita di tahun 60’an… jika anda pernah bertanya maka anda mungkin akan menemukan jawaban standar bahwa pesawat Mig (Mig-17, Mig-19 dan Mig-21) tersebut mengalami kerusakan akibat kekurangan suku cadang dan jawaban lainnya, sehingga akhirnya harus digrounded dan tidak beoperasi lagi.

Sebelum bicara tentang hal itu kita sedikit flash back ke tahun 60’an, berikut adalah kutipan dari situs Alutsista dan Aditya’s hanggar tentang keberadaan Pesawat Mig buatan Rusia tersebut:
“Keberadaan burung besi ini masuk dalam daftar peralatan perang yang disiapkan dalam rangka kampanye Trikora. Pasalnya Belanda yang masih ngotot bercokol di Papua Barat merasa diatas angin dalam hal persiapan perang terbuka. Hawker Hunter F-6, jet tempur buatan Inggris tahun 1954 yang dimilikinya belum mampu ditandingi oleh AURI kala itu. Walaupun AURI kebanjiran peralatan perang yang tergolong canggih, tapi untuk masalah jet pencegat pesawat lawan masih belum ada. Mig-17 Fresco belum menjadi tandingan Hawker Hunternya Military Luvchvaat yang mampu melesat 1.117 km/jam, daya capai ketinggian 14.325 meter dengan jangkauan 690 kilometer.

Sukarno, Presiden pertama RI rupanya tidak main-main dengan ucapannya. Segala aspek militer baik kekuatan offensive maupun defensive dibangun habis-habisan. Sebagai tindakan pertahanan apabila Belanda menempuh jalan perang dipilihlah jet tempur Mig-21 type F sebagai pesawat pencegat/interceptor. Tak perlu berlama-lama, pemerintah segera meneken kontrak pembelian 20 pesawat Mig-21 F ditambah dengan 10 Mig-19. Kemudian persiapan kilat segera dilakukan dengan membentuk dua tim kecil untuk belajar menerbangkannya. Tim pertama terdiri dari empat penerbang berangkat ke Uni Soviet untuk sekedar bisa terbang tepatnya di Pangkalan Udara Lugowaya di dekat perbatasan India. Sedangkan tim kedua belajar di dalam negeri tetapi tetap dalam bimbingan instruktur terbang dari Rusia.

Pengusaan terbang cepat dilakukan oleh penerbang-penerbang muda tersebut dikarenakan mereka telah berpengalaman dengan pesawat jet yaitu DH-115 Vampire, Mig-15 dan Mig-17 yang telah ada sebelumnya. Walaupun demikian penerbang muda tersebut sempat dibuat kaget dan kagum oleh performa dan kemampuan jet bersayap delta hasil rancangan spektakuler biro desain Mikoyan Gurevich ini.

Mig-21 F termasuk jet pemburu paling mutakhir di jamannya. Mampu mengejar laju dari pesawat pembom strategis Amerika B-52 Stratofortress yang terbang mendekati 1 mach. Pesawat kebanggaan Skadron 14 ini memiliki daya dorong 5.950 kilogram dari sebuah mesin turbojet Tumansky R-11-F2-300 yang mampu membuatnya terbang menanjak sampai ketinggian 20.000 meter, jarak tempuh 1800 km dan pada posisi mendatar bisa mencapai 2 kali kecepatan suara (> 2 mach). Masih belum cukup, Mig-21 juga dilengkapi dengan senjata kanon 30 mm dan dua rudal K-13A atau NATO menamainya AA-2 Atol. Jelas suatu mesin pemburu paling menakutkan bagi pilot-pilot Belanda di dalam kokpit Hawker Hunter yang jelas bukan tandingannya.

Walaupun akhirnya tidak turun langsung di kancah Trikora, tetapi keberadaannya membuat perang berakhir dimeja perundingan. Hal itu disebabkan, sebuah pesawat intai AU AS Lockheed U-2 Dragon Lady melayang di atas Madiun. Selama konfrontasi, sering pesawat ini sengaja diterbangkan dari Darwin ke Filipina untuk misi-misi intelijen. Dari ketinggian 70.000 kaki, teridentifikasi oleh pilot beserta kru deretan jet tempur dan pembom. Ditiliknya dengan cermat. Tak salah lagi, sang pilot yakin bahwa pesawat yang dilihatnya adalah pembom Tu-16 Badger dan MiG-21F Fishbed C (sebutan yang diberikan NATO), jet tempur penghadang (intercept) paling ditakuti barat kala itu. Sebelumnya, intelijen AS sudah mengendus kedatangan MiG-21 di Indonesia.

Hasil pengintaian ini bergegas disampaikan Amerika kepada Belanda. “Percuma melawan Indonesia, mereka punya ini.” Begitu kira-kira laporan intel AS kepada pihak Belanda sambil menyodorkan foto hasil jepretan pesawat U-2. Amerika pun sebenarnya masih gamang, mengingat F-4E Phantom yang baru dimodifikasi, masih meragukan untuk diadu berlaga melawan MiG-21.

Selain digunakan dalam kancah Trikora, tercatat pernah berpartisipasi dalam perang Dwikora, dimana Mig-21 melaksanakan tugas pengawalan terhadap pembom raksasa TU-16 Badger yang terbang melintas di perbatasan Serawak. Pernah berpapasan dengan Hawker Hunter dan HS Buccaneer-nya Inggris tapi kedua belah pihak tidak pernah mendahului melakukan tindakan provokasi.

Menurut cerita Marsda (Pur) Jahman dan Marsda (Pur) Rusman, penerbang MiG-21 AURI, ketika konfrontasi dengan Malaysia yang dikenal dengan kampanye Dwikora, Indonesia menyiagakan pembom Tu-16 dan MiG-21. Karena jangkauannya yang kecil, pesawat harus ditempatkan di Palembang dan Medan. Selama pengabdiannya di AURI, memang tidak ada pengalaman perang udara hebat yang ditinggalkan MiG-21 bagi generasi berikutnya. Selama Dwikorapun, hanya beberapa kali berpapasan dengan pesawat Hawker Hunter atau HS Buccaneer Inggris saat mengawal Tu-16.

Komodor Udara Leo Wattimena sendiri memang tidak menghendaki adanya duel udara di antara kedua belah pihak. “Kecuali ditembak,” perintah Leo. Namun begitu, dua rudal K-13A atau NATO menyebutnya AA-2 Atoll dan kanon 30 mm, tetap disiagakan. Biarpun dilarang bertindak provokasi, ada saja beberapa penerbang yang berbuat iseng. Maksudnya hanya ingin melihat kesiapan radar lawan.

Dengan airborne dari Medan, pesawat terbang low level menyusuri selat Malaka. Begitu menjelang perbatasan, tower akan berteriak memberitahu ada pesawat naik dari Butterworth. “Kita langsung pull up, kabur,” jelas Jahman yang menjabat komandan Skadron 14 setelah Rusman. Saat pesawat Inggris tiba di perbatasan, MiG-21 AURI sudah terbang jauh. “Kita (MiG-21) memang tidak pernah perang. Sebagai pencegat, kita hanya menunggu lawan yang tidak pernah jelas. Itulah tugas kita, menunggu dan menunggu,” tutur Jahman yang menerbangkan MiG-21 nomor 2164.

Mig-21 F memperkuat AURI hanya sampai dengan tahun 1967. Selanjutnya pesawat hebat ini di-grounded setelah sebelumnya melakukan farewell flight terbang sebulan penuh di Lanud Kemayoran.”

Berikut adalah kutipan yang diambil dari
“Red Eagles, America’s Secret MiGs” karangan Steve Davies.
“Setelah pemerintahan mantan presiden Soekarno jatuh, yang diikuti hubungan Indonesia dan Uni Soviet yang memburuk dan pemerintahan mantan presiden Soeharto yang condong ke arah Amerika Serikat. Maka Uni Soviet kemudian menarik maintenance support untuk pesawat buatan Uni Soviet yang berada di Indonesia. Sehingga dengan “terpaksa” Indonesia mempensiunkan 30 Mig-17, 10 Mig-19 dan 20 Mig-21 yang dimilikinya diakibatkan kekurangan suku cadang.

Kemudian Pemerintah Amerika Serikat dengan dalih untuk membantu mengembangkan kekuatan TNI AU maka memperbolehkan Indonesia untuk membeli peralatan militer buatan amerika serikat mulai dari T-33, UH-34D, hingga F5E/F dan OV-10. Tetapi perjanjian tersebut entah bagaimana membuat Amerika Serikat dapat membawa Mig kita ke ke Groom Lake, markas dari Red Eagles yaitu suatu skuadron yang ditugasi untuk mempelajari kelemahan dari pesawat-pesawat buatan uni soviet.

Adapun Mig yang dibawa ke amerika serikat tersebut dari 10 Mig-21F13 dengan tail number 2151,2152,2153,2155,2156,2157,2159,2162,2166,2170; 1 Mig-21U tail number 2172 dan 2 Mig-17F tail number 1184 dan 1187.”

Sementara Mig-19 dijual ke Pakistan. “Saya sendiri yang mengantarkan ke Pakistan, sekalian melatih penerbangnya,” aku Rusman.

Beberapa dari pesawat Mig tersebut masih bisa dilihat di Musium Satria mandala dan ITB, beberapa kabar dari milis info militer juga menyatakan beberapa Tu-16 kita juga dibawa kesana dan sisanya discrap. Lebih menyedihkan lagi pesawat T-33 yang kita beli dari Amerika tidak dilengkapi oleh persenjataan, walaupun akhirnya bisa diakali oleh ground crew TNI AU sehingga T-33 tersebut bisa dipersenjatai dan dapat digunakan untuk operasi militer

hibah pesawat tempur dari raja salman untuk melanggulangi teroris di indonesia

jakarta, setelah kunjungan raja salman ternyata selain berdampak positif untuk industri wisata , ternyata juga raja juga menitipkan puluhan pesawat tempur dan helikopter guna menanggulangi teroris di kawasan..

berikut bberapa ungkapan dari sumber yang tidak sedia di sebutkan namanya :

28 unit pesawat F-15 C/D

pesawat ini adalah pesawat buatan amerika, kondisinya masih siap dan hampir semua  pesawat tersebut pernah terlibat dalam pertempuran Yaman, semoga pesawat ini dapat menjaga wilayah kawasan tentunya dari ancaman isis yang mulai bergereliya.. pesawat ini akan datang ke indonesia dengan beberapa tahap, tentunya masih sangat dirahasiakan, untuk strategi militer

23 unit AH-64 D Apache

helikopter serbu ini adalah helikopter buatan amerika, dan kesemuanya pernah terlibat di misi perdamaian PBB, harapanya heli ini mampu menjangkau seluruh hutan pedalaman di indonesia untuk memberantas kelompok2 teroris.. rencananya beberapa akan dikirim langsung selepas lebaran haji..

terimakasih raja salman dan arab saudi.. semoga tidak cuma menjadi seremoni dan menjadi saudara kami di dunia dan akherat..

Soal ujian calon perangkat desa (contoh)

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

212 Allahu`akbar

​Banyak air mata berurai membaca ini. Kisah Indah Para Pejuang Ciamis ke Jakarta untuk 212. Saya berpikir, kalau perjuangan ini salah, mungkinkah kisah seperti ini terjadi? 

_________________

PESERTA 212 CIAMIS DIJEMPUT DENGAN BUS-BUS

Kita patut berterima kasih kepada para peserta aksi 212 dari Ciamis. Dari merekalah kita belajar makna perjuangan dan keikhlasan. Dari mereka pula kita belajar arti pengorbanan.

Ketika semua PO. Bus dilarang membawa peserta aksi, mereka tak patah arang. Semangat mereka tetap membara. Tak ada Bus, maka jalan kaki pun menjadi solusi.

Aksi jalan kaki menuju Jakarta ini membuka mata semua pihak. Membuat tersentak semua orang. Menyadarkan para pembuat kebijakan bhw ternyata arus itu begitu besar dan tak mungkin dibendung lagi.

Setelah kafilah para Mujahid Ciamis itu berangkat, tak berapa lama kemudian Kapolri mencabut larangan PO Bus utk mengangkut para mujahid itu.

Kemudian berbagai bus yg tadinya menolak, akhirnya menjemput para peserta aksi damai 212 itu.

Tercatat PO. Budiman, PO Doa Ibu, PO Merdeka, PO Aladin, TNI dll menjemput para peserta aksi itu utk pulang kembali ke Ciamis dulu. Dan sbg bentuk permintaan maaf, mereka berjanji akan mengantarkan para peserta aksi itu ke Jakarta secara gratis. Mereka berencana berangkat ke Jakarta pada hari Kamis siang.

Masya Alloh, kisah yg indah sekali, happy ending….

Ibrah yg sangat berharga. Bahwa kewajiban kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin. Perkara hasil, maka Alloh-lah yg menentukan.

Semoga pahala senantiasa terlimpah mengalir utk para kafilah Ciamis. Berkat perjuangan mereka, akhirnya daerah lain bisa menggunakan bus, alhamdulillah….

Intanshurulloha yansurkum wayutsabit aqdamakum.

Jika engkau menolong agama Alloh, niscaya Alloh akan menolongmu. Dan akan meneguhkan kedudukanmu di muka bumi.

#aksi212

#GNPF_MUI_Ciamis

#IbrahPengorbananPerjuangan

Sumber : Widi Astuti

percoban lagi

Percobaan lagi…

SELAMAT TINGGAL KAMPUSKU

SELAMAT TINGGAL KAMPUSKU

WISUDA UNISFAT 2015

WISUDA UNISFAT 2015

pada ahir 2010 saya pertama masuk kuliah, yaitu di Universitas Sultan Fatah Demak saya mengambil fakultas Teknil Informatika, selama 4 tahun lebih saya di tempa dengan berbagai macam cobaan baik system di kampus sediri di masa itu dan cobaan factor x dirumah maupun diluar rumah.. alhamdullilah karena Allah saya berhasil mendapatkan gelar strata S1 di Kampustersebut. Bagi temen2 yang belum beruntung atau adik2 kelasku yang belum selesai . mari selamat berjuang.. smuanya demi kalian sendiri!! Bukan saya..

%d blogger menyukai ini: