Archive for Februari, 2013

metro tv tidak fair bila cecar anas terus, ada apa dengan Hary Tanoesoedibjo

This slideshow requires JavaScript.

Konflik antara bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo dan bos Metro TV Surya Paloh di Partai Nasdem kian meruncing. Hari ini, Hary Tanoe akan menggelar jumpa pers untuk menyatakan mundur dari Partai Nasdem.

Hal ini disampaikan oleh mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra dalam akun Twitter-nya, Senin (21/1) dini hari.

“HARY TANOE akan gelar konpers besok utk menyampaikan keputusannya MENGUNDURKAN DIRI dari PARTAI NASDEM,” kata Yusril dalam akun Twitter-nya 20 menit yang lalu.

Namun Yusril mengaku bukan kuasa hukum dari Hary Tanoe. Yusril juga mengaku tidak mengetahui pukul berapa dan di mana jumpa pers tersebut berlangsung.

Yusril mengaku telah mengonfirmasi tentang rencana mundurnya Hary Tanoe dari Nasdem. Dan menurut Yusril, Hary Tanoe telah membenarkan.

“Saya konfirmasikan ke HT dan dia membenarkan,” kata Yusril menjawab pertanyaan merdeka.com.

Sumber : http://m.merdeka.com/politik/yusril-hary-tanoe-akan-umumkan-mundur-dari-nasdem.html Hary Tanoe vs Surya Paloh : Hary Tanoe Mundur dari Nasdem

SBY regulasi partai, urusan partai lebih prioritas dari pada rakyat

sby

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang turun tangan langsung mengurusi partainya membuat publik geram. Masyarakat berharap, di sisa akhir jabatannya SBY tidak lagi terlibat dalam urusan Partai Demokrat.

Demikian riset ilmiah dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang dilakukan pada 11-14 Februari 2013 dengan 1.200 responden dengan margin of error +/- 2,9 persen, dan menggunakan metode multistage random sampling.

“77.85 persen setuju agar tidak semestinya Presiden terlibat mengurus masalah partainya, 16.46 persen yang setuju dan yang tidak tahu ada 5.70 persen,” kata Peneliti LSI, Barkah Pattimahu, saat jumpa pers di kantor LSI, Rawamangun, Minggu (17/2/2013).

Dengan kata lain, lanjutnya, sudah seharusnya Presiden tidak terlibat apalagi turun tangan mengurusi partainya. Seharusnya, lanjut dia, Presiden bertugas untuk mengurus negara dan rakyat.

“Publik ingin loyalitas tunggal Presiden hanya mengurusi rakyat,” tegasnya.

Berdasarkan hasil survei ini juga disebutkan, publik setuju agar Presiden tidak turun langsung dalam mengurusi masalah internal partai. Sebab, partai politik bukan masalah warga Indonesia, sehingga presiden tidak semestinya turun langsung untuk mengurusi partainya.

“Yang setuju 77.85 persen, tidak setuju 16.46 persen, tidak tahu/tidak jawab 5.70 persen,” tambahnya.

Karena itu, pada kepemimpinan selanjutnya, setiap presiden yang terpilih agar dengan sukarela mencopot jabatan apapun di partainya. Hal ini dilakukan agar bisa bekerja secara total mengurus rakyat.

“Publik menghendaki presiden terpilih nanti untuk melepaskan jabatannya di partai, yang setuju ada 76.43 persen, tidak setuju 18.15 persen dan tidak tahu 5.41 persen,”
Saya tidak bermaksud mengartikan bahwa seorang Anas Urbaningrum bukan tokoh muda yang penting,” kata Heru dalam pesan singkatnya di Jakarta, tadi malam.

Heru mencontohkan isu bocornya sprindik kasus ini, yang telah menyedot energi masyarakat. “Apakah memang sedemikian penting dan hal prioritas bagi negeri ini,” tanya dia.

“Belum lagi fitnah kanan kiri yang sering menghiasinya. Apakah hal seperti kasus seseorang yang baru disangkakan melanggar hukum, siapapun dia, menjadi lebih penting dibanding usaha membangun dan menyejahterakan rakyat,”tambahnya.

Menurutnya, Anas juga warga negara biasa sama seperti yang lain. Anas-pun masih memiliki hak dan kesempatan untuk mempertahankan dirinya. Meski demikian, gonjang-ganjing kasus Anas ini dinilai tidak lagi proporsional, dan beritanya tidak lagi memiliki nilai manfaat yang cukup bagi perjalanan kehidupan masyarakat umum.

“Saya berharap kita kembali menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing bagi usaha membangun negeri dan menyejahterakan rakyat,”sebutnya.

Anas Urbaningrum menyatakan mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Dalam pidatonya selama lebih kurang 20 menit, Anas seolah menunjukkan ada rencana lain di balik keputusan mundurnya. Pengamat politik Hanta Yudha AR menilai, pidato Anas setidaknya mengandung makna perlawanan.

“Saya menangkap, ini pesan perlawanan Anas. Ini gaya Anas dalam menghadapi masalahnya, bukan gaya Andi Mallarangeng yang diam, bukan juga gaya Nazaruddin yang bernyanyi tanpa punya jurus,” ujar Hanta di Jakarta, tadi malam.

Ia mengatakan, Anas setidaknya mengeluarkan empat peluru dalam pidato tanpa teksnya itu. “Pertama, dia menantang KPK untuk menunjukkan bukti-bukti keterlibatannya. Karena dalam pidatonya, ia sangat yakin tidak bersalah dan balik menuding bahwa penetapannya sebagai tersangka karena tekanan politik,” papar Hanta.

Peluru kedua, menurut Hanta, merupakan sinyal perlawanan kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Ini jelas sekali perlawanan terhadap SBY, kencang sekali pernyataannya,” ujarnya.

Peluru ketiga dilayangkan Anas kepada para loyalisnya. Secara implisit, Anas mengajak para loyalisnya bersama dengannya mengambil langkah keluar dari partai.

“Terakhir, Anas tengah melakukan pembentukan opini publik,” kata Hanta.

Oleh karena itu, menurut Hanta, kuncinya ada pada penegakan hukum. KPK harus mampu membuktikan keterlibatan Anas sekaligus membuktikan lembaga itu lepas dari tekanan politik seperti yang dituding Anas.

Seperti diberitakan, Anas mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat. Pernyataan mundur Anas dilakukannya pada siang tadi di kantor DPP Partai Demokrat. Anas mengaku sama sekali tidak menyangka dirinya akan menjadi tersangka.

Namun, ia mengaku mulai berpikir akan terjerat ketika ada desakan agar KPK memperjelas status hukum dirinya. Anas tak menyebut dari siapa desakan itu. Hanya saja, seperti diketahui, di sela-sela kunjungan ke luar negeri, Presiden yang juga Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sempat mengomentari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat tinggal 8,3 persen.

Ketika itu, Presiden meminta KPK segera menuntaskan berbagai kasus secara tepat dan jelas. Anas mengatakan, “Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK ketika ada semacam desakan agar KPK segera memperjelas status hukum saya. Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah. Ketika ada desakan seperti itu, saya baru mulai berpikir jangan-jangan…,” katanya.

Ia lalu mengaku semakin yakin akan menjadi tersangka setelah diminta berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK. Anas tak menyebut siapa yang memintanya itu. Hanya saja, diketahui bersama bahwa SBY selaku Ketua Majelis Tinggi pernah menyebut hal itu ketika memutuskan mengambil alih kewenangan partai.

“Ketika saya dipersilakan lebih fokus menghadapi masalah hukum di KPK, berarti saya sudah divonis punya status hukum tersangka. Apalagi, saya tahu beberapa petinggi Demokrat yakin betul, hakul yakin pasti minggu ini Anas jadi tersangka,” kata Anas.

Anas lalu mengaitkan dengan bocornya draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas namanya. Menurut dia, peritiswa ini adalah satu rangkaian peristiwa yang utuh dan sangat terkait erat dengan peristiwa sebelumnya.
(dat16/okz/kompas)

SBY@pengganti anas bisa saja marzukie bukan ibas.

This slideshow requires JavaScript.

Nama pengganti Anas Urbaningrum mulai bermunculan. Salah satunya Ketua DPR yakni Marzuki Alie.

Ditemui usai pertemuan konsultasi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pimpinan DPR, ia tidak ambil pusing dengan penyebutan bahwa dirinya akan menggantikan Anas. “Kalau orang mau menyebut, silakan saja. Kan tidak ada yang salah, kan orang nyebut,” katanya, Senin (25/2).

Menurutnya, dalam internal Partai Demokrat, tidak ada istilah penunjukan agar seseorang menempati jabatan tertentu, apalagi jabatan tersebut adalah ketua umum partai. Menurutnya, semuanya nanti akan melalui mekanisme demokrasi dan mekanisme internal partai.

Ia lebih banyak mengelak ketika didesak akan menggantikan posisi Anas. Termasuk kemungkinan akan adanya kongres untuk melegalkan proses tersebut. “Kita bicara nanti. Lebih baik tidak dibicarakan sekarang,” katanya.

Namun, ia membenarkan jika Ketua umum dipilih oleh kongres. Penggantiannya pun kemungkinan besar dengan mekanisme kongres tersebut. Menurutnya, saat ini persoalan kandidat pengganti masih lama dan belum akan dibicarakan dalam waktu dekat.

Sekarang ini, lanjutnya, yang terpenting DPP Partai Demokrat tetap bisa berjalan sebagiamana biasanya. “Sebagaimana kita putuskan dalam Majelis Tinggi bahwa operasionalisasi DPP dilaksanakan oleh dua wakil ketua umum, Sekjen, dan direktur eksekutif, sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat. Kita tidak boleh berhenti dengan penguduran diri Mas Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” katanya.

Sementara mengenai surat pengunduran diri, pihaknya belum mendapatkan kabar jika surat tersebut sudah sampai ke tangan DPP. Ia juga belum mengetahui apakah Anas mundur sebagai Ketua Umum saja atau mundur sebagai kader partai.

“Kita menunggu surat resmi yang bersangkutan apakah berhenti sebagai kader atau tetap sebagai kader, kita tunggu saja,” katanya.

perangkat Desa Bakalrejo Kec. Guntur Kab. Demak

TIM KKN VOKASI UNISFAT DEMAK perangkat Desa Bakalrejo Kec. Guntur Kab. Demak 1

KKN VOKASI di Desa Bakalrejo Kec. Guntur Kab. Demak

DSC00886

FOTO BERSAMA LURAH DAN PERANGKAT DESA BAKALREJO

Sebelumnya Kami Selaku Tim KKN UNISFAT DEMAK 2013 Mengucapkan Terimakasih Yang Sebesar-Besarnya Kepada Rektor Unisfat Demak Dra, Suemmy MM, PR3 Unisfat Demak Amri Hidayat M.Pd, P3M Unisfat Demak Mufid M.T, DPL KKN UNISFAT Teguh Edi Wibowo S.E, Yang Tak Kalah Kami Ucapkan Terimakasih Yaitu Bapak Lurah Desa Bakalrejo Bapak MUNGKARJO Dan Ibu Lurah Ibu UMI, Dansegenap Perangkat Desa Dan Selebihnya Seluruh Warga Desa Bakalrejo Yang Menerima Kami Dan Yang Jauh Membuat Kami Terkesan Adalah Beliau Menggangap Kami Seperti Anak Mereka Sendiri Selayaknya Kami Adalah Bagian Dari Keluarga Besar Beliau, Kami Juga Meminta Maaf Apa Bila Ada Kesalahan Dan Kekurangan Baik Yang Kami Senaja Maupun Tidak, Suka Duka Dan Pedih Perih Telah Kami Jalani Selaku Tugas Kami Di Lapanggan, Miskomunikasi Perbedaan Pedapat, Saling Serang Argumen Antar Anggota Sudah Menjadi Hal Biasa Bagi Kami, Dan Menjadi Keberagaman Dan Kebhinikaan.. Meski Berbeda2 Tapi Satu Tujuan..

tapi apapun itu tugas kami selaku tim KKN sudah selesai dan berhasil kami lewati berkat bimbingan exskutif bapak dan ibu lurah di rumah selaku sebagai posko kami.

DSC00891

Bismillahirrahmanirrahim

Puji Syukur Senantiasa Kami Panjatkan Ke Hadirat Allah SWT, Atas Segala Rahmat, Nikmat Dan KaruniaNya Sehingga Dari Awal Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) Hari Jum’at Tanggal 7 JANUARI 2013 Dan Berakhir Kegiatan KKN Hari Rabu Tanggal 20 FEBRUARI 2013 Kami Dalam Kondisi Aman, Sehat Dan Selamat.

Dengan Ini Kami Laporkan Dari Semua Kegiatan KKN-VOKASI Di Desa Bakalrejo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Dengan Harapan Informasi Ini Bisa Memberikan Gambaran Kepada Pembaca Dan Semua Pihak Yang Terkait, Terutama Dari Pihak Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak, Petinggi Desa Bakalrejo Dan Yang Menyangkut Tentang Pendidikan, Pemerintahan, Kewirausahaan, Dan Lingkungan.

Atas Terlaksananya Program Kerja KKN-VOKASI Serta Terselesaikannya Laporan Ini Tentu Tidak Lepas Dari Kerjasama Dari Semua Pihak Yang Telah Membantu Dan Membimbing. Oleh Karena Itu Kami Ingin Mengucapkan Terima Kasih Dan Penghargaan Sebesar-Besarnya Kepada :

  1. Ibu Dra. Suemy, M. Si Selaku Rektor Universitas Sultan Fatah Demak.

  2. Bapak H. Moh. Syahri, SH, MM Selaku Camat Guntur Beserta Seluruh Staf.

  3. Bapak Mungkarjo Selaku Lurah Desa Yang Senantiasa Membantu Selama KKN Berlangsung.

  4. Bapak Bintoro Selaku Carik Beserta Seluruh Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat Yang Senantiasa Membantu Selama KKN Berlangsung.

  5. Bapak Ahmad Mufid, S. Kom Selaku Ketua  P3M UNISFAT Demak.

  6. Bapak Teguh Edi Wibowo, S E Selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Yang Tak Bosan-Bosannya Membantu Kami Dalam Kegiatan Ini.

  7. Semua Pihak Yang Tak Bisa Kami Sebut Satu Persatu.

Semoga Bantuan Bimbingan Bapak/Ibu/Saudara Mendapat Imbalan Dari Allah SWT. Kami Menyadari Bahwa Penyusunan Laporan Ini Masih Kurang Sempurna. Untuk Itu Kami Selaku Penyusun Mohon Ma’af Bila Ada Kesalahan Dan Kekurangan. Kami Juga Mengharap Kritik Dan Saran Yang Sifatnya Membangun.

Harapan Kami Semoga Laporan Ini Dapat Bermanfaat Bagi Masyarakat Banyak Dan Khususnya Desa Bakalrejo Kecamatan Guntur Dalam Meningkatkan Program Pembangunan Diwaktu Yang Akan Datang.

Wasalamualaikm Wr.Wb.

Foto0398

Pendidikan Pada Dasarnya Merupakan Proses Pendewasaan Dan Pemandirian Manusia Secara Sistematis, Agar Siap Menjalani Kehidupan Secara Bertanggung Jawab. Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) Merupakan Salah Satu Program Baru Pendidikan Tinggi Di Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak.KKN-VOKASI Lahir Dasar Pemikiran Bahwa Mahasiswa Adalah Calon Sarjana Sebagai Penenerus Pembangunan Sumber Daya Manusia Yang Juga Harus Dapat Bekerja Untuk Menyelesaikan Masalah-Masalah Pembangunan SDM Yang Ada Dalam Masyarakat.Permasalahan Didalam Pembangunan Itu Sangat Kompleks Dan Perlu Adanya Persiapan Atau Pendidikan Yang Melati Para Calon Sarjana Sebagai Penerus Pembangunan SDM Untuk Bekerja Secara Interdisipliner Dan Menanggulangi Permasalagan Sesuai Dengan Kompetisi Hard Skills Dan Soft Skills-Nya.

Pendidikan Pada Dasarnya Merupakan Proses Pendewasaan Dan Pemandirian Manusia Secara Sistematis, Agar Siap Menjalani Kehidupan Secara Bertanggung Jawab. Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) Merupakan Salah Satu Program Baru Pendidikan Tinggi Di Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak.KKN-VOKASI Lahir Dasar Pemikiran Bahwa Mahasiswa Adalah Calon Sarjana Sebagai Penenerus Pembangunan Sumber Daya Manusia Yang Juga Harus Dapat Bekerja Untuk Menyelesaikan Masalah-Masalah Pembangunan SDM Yang Ada Dalam Masyarakat.Permasalahan Didalam Pembangunan Itu Sangat Kompleks Dan Perlu Adanya Persiapan Atau Pendidikan Yang Melati Para Calon Sarjana Sebagai Penerus Pembangunan SDM Untuk Bekerja Secara Interdisipliner Dan Menanggulangi Permasalagan Sesuai Dengan Kompetisi Hard Skills Dan Soft Skills-Nya.
Universitas Sultan Fatah Sebagai Bagian Integral Masyarakat Turut Bertanggung Jawab Terhadap Berbagai Persoalan Yang Ada Di Masyarakat. Universitas Sultan Fatah Juga Sebagai Bentuk Academic Social Responbility Perguruan Tinggi (PT), Memiliki Tanggung Jawab Moral Untuk Menanggulangi Kemiskinan Dengan Segala Metamorfosenya Dan Memajukan Pembangunan Bangsa.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata KKN-VOKASI, Merupakan Salah Satu Bentuk Pengintegrasian Kegiatan Pendidikan, Penelitian, Dan Pengabdian Masyarakat. KKN-VOKASI Dilaksanakan Oleh Mahasiswa Dengan Bimbingan Para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dan Dilaksanakan Secara Indisipliner Dan Intrakulikuler.Karena Itu, KKN-VOKASI Universitas Sultan Fatah Yang Mengandung Unsure Pendidikan Dan Unsur Pengabdian Masyarakat Dengan Porsi Pendidikan Yang Lebih Besar.
Sebagai Bagian Integral Dari System Pendidikan Tinggi Maka Dengan KKN-VOKASI Diharapkan Dapat Menghasilkan Sarjana Penerus Pembangunan Yang Lebih Menghayati Permasalahan Yang Sangat Kompleks Yang Dihadapi Masyarakat Dalam Pembangunan.Bersamaan Dengan Hal Itu, Mahasiswa Juga Sekaligus Melakukan Kegiatan Belajar Bersama Masyarakat Untuk Menanggulangi Berbagai Permasalahan Yang Ada Dalam Masyarakat Secara Pragmatis Dan Interdisipliner.
KKN-VOKASI Yang Akan Dikembangkan Di Universitas Sultan Fatah Ini Juga Memberikan Kesempatan Bagi Mahasiswa Untuk Menjadi Motivator Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Berbagai Potensi Daerah Dan Sumber Daya Manusia Yang Ada Di Masyarakat, Perlu Diperhatikan Dan Dioptimalkan Agar Nantinya Masyarakat Benar Benar Menjadi Berdaya Untul Mengembangkan Potensinya Secara Mandiri.
Berdasarkan Prinsip Dan Karakteristik Program KKN-VOKASI Tersebut Diharapkan Mahasiswa KKN-VOKASI Mampu Mengidentifikasi Permasalahan Yang Ada Di Masyarakat Dan Sekaligus Mencari Penyelesaiannya Sesuai Dengan Potensi Yang Dimiliki. Dengan Harapan Lebih Jauh, Masyarakat Mampu Berswadaya, Swakelola, Dan Berswadana Dalam Pembangunan Daerahnya. Keberhasilan Program KKN-VOKASI Manakala Dapat Menjadikan Masyarakat Mandiri, Sadar Dan Mampu Memberdayakan Dirinya Berdasarkan Potensi Yang Ada Dalam Masyarakat Tanpa Terus-Menerus Harus Dipimpin Oleh Pihak Luar. Masyarakat Harus Mampu Menjadi Pemimpin Dirinya Sendiri Dalam Mengembangkan Dan Memberdayakan Potensi Daerahnya.
Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) Mahasiswa Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak Sebagai Bentuk Pengabdiaan Ilmu Pengetahuan Yang Dilaksanakan Oleh Mahasiswa Dengan Bimbingan Kampus Dan Pemerintah Daerah Adalah Pendekatan-Pendekatan Berbasis Multidisiplin. Kulih Pengabdian Mahasiswa Ini Merupakan Gemblengan Multi Selektif Kearah Pengembangan, Motivasi Dan Persepsi, Dimana Mahasiswa Tersebut Melaksanakan Pengabdiannya.
Laporan Ini Merupakan Dokumentasi Kerja Siswa Dalam Melaksanakan Kuliah Kerjaa Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) Di Desa Bakalrejo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak.

Perubahan KKN Menjadi KKN-VOKASI Merupakan Konsekuensi Dari Perubahan Universitas Sultan Fatah Yang Melakukan Perubahan Paradigma Pembelajaran Yang Baru, Universitas Sultan Fatah Memandang Pengetahuan Adalah Hasil Konstruksi Atau Transformasi Seseorang Yang Belajar, Sehingga Pengetahuan Tidak Lagi Merupakan Sesuatu Yang Sudah Jadi Dan Siap Untuk Ditransfer. Sebaliknya, Belajar Adalah Mencari Dan Membangun Penegtahuan Secara Secara Aktif Dan Tidak Lagi Merupakan Proses Menerima Pengetahuan (Pasif). Terakhir, Mengajar Adalah Menyampaikan Atau Mentranfer Pengetahuan Kepada Mahasiswa.
Perubahan Paradigma Perubahan Pembelajaran Tersebut, Berimplikasi Pada Perubahan Luaran.Artinya, Penilaian Lebih Dilakukan Oleh Masyarakat Pemangku Kepentingan, Dan Tidak Lebih Dilakukan Oleh Perguruan Tinggi Itu Sendiri.Oleh Karena Itu, Luaran-Luaran Perguruan Tinggi Sebagai Luaran Yang Baru Merupakan Kompetensi Seseorang Untuk Dapat Melakukan Tindakan Cerdas, Penuh Tanggung Jawab, Sebagai Syarat Untuk Dianggap Mampu Oleh Masyarakat Dalam Melaksanakan Tugas Tugas Dibidang Tertentu.Luaran Ini Sudah Merupakan Perkembangan Yang Lebih Jauh Dari Sekedar Luaran Kemampuan Minimal Peguasaan Pengetahuan, Keterampilan, Dan Sikap Sesuai Sasaran Kurikulum Program Studinya.
Dari Hasil Observasi Yang Telah Dilakukan Di Desa Bakalrejo Sebagai Langkah Awal Dalam Menemukan Permasalahan Yang Ada Yaitu Dengan Menghimpun Data-Data Sehingga Semua Aspek Kehidupan Desa Dapat Diidentifikasi Dan Diketahui Permasalahannya. Adapun Perumusan Masalah Dalam Penyusunan Laporan Ini Adalah Sebagai Berikut :
1. Bagaimana Cara Menyampaikan Program Belajar Menjahit Yang Tepat Yang Bisa Diterapkan Di Desa Bakalrejo Dan Apa Hambatan Yang Dihadapi?
2. Bagaimana Peran Dan Tanggapan Pemerintah Dalam Memecahkan Permasalan Tersebut?
3. Bagaimana Peran Serta Masyarakat Setempat Dalam Mengikuti Kegiatan Belajar Bersama Masyarakat Dan Membantu Menyelesaikan Permasalahan Pembelajara Yang Ada Di Desa Bakalrejo ?
4. Bagaimana Peran Serta Respon Masyarakat Dalam Mengelola Potensi Yang Ada Di Desa Bakalrejo Ini?
Tujuan Umumnya Adalah Untuk Membangun Kebersamaan Sebagai Mahasiswa Universitas Sultan Fatah Pada Saat Menjelang Akhir Studi Sebelum Meraih Gelar Sarjana, Dengan Melaksanakan Program Pembelajaran Masyarakat Dan Bersama Masrakat Serta Belajar Memberdayakan Masyarakat Dan Membantu Pemerintah Dalam Memecahkan Berbagai Persoalan Yang Kompleks
Tujuan Khusus Pelaksanaa KKN-VOKASI Adalah :
A. Meningkatkan Sikap Empati Dan Kepedulian Mahasiswa Terhadap Masyarakat Beserta Problematika.
B. Melaksanakan Terapan Kemampuan Hard Skills Dan Soft Skills Yang Telah Dipelajari Di Kampus Secara Teamwork Dan Interdisipliner.
C. Menanamkan Nilai Kepribadian :
(I) Nasionalisme Dan Jiwa Pancasilais,
(Ii) Keuletan, Etos Kerja, Dan Tanggung Jawab,
(Iii) Kemandirian, Kepemimpinan, Dan Kewirausahaan.
D. Meningkatkan Daya Saing Bangsa.
E. Menanamkan Jiwa :
(I) Eksploratif Dan Analitis
(Ii) Learning Community Dan Learning Society
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Yang Dilaksanakan Di DesaBakalrejo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Mulai Tanggal 07Januari 2013 Sampai Dengan 20Februari 2013 Memiliki Langkah Dan Metode Yang Dijadikan Bahan Rujukan.
Kegiatan Tersebut Mencakup Tiga Hal Pokok Yaitu Pengabdian Masarakat, Pemerintahan Dan Pengajaran, Adapun Langkah-Langkah Yang Kami Lakukan Dalam Program KKN-VOKASI Tersebut Adalah Dengan Membuat Rencana Kegiatan Yang Akan Dilaksanakan Selama KKN-VOKASI Dengan Menggunakan Metode Sebagai Berikut:
1. Pendekatan Persuatif
Pendekatan Ini Menitikberatkan Kepada Ide, Sikap, Dan Usaha-Usaha Masyarakat Atas Dasar Perubah Kontak Terarah Dan Selektif Yang Datangnya Dari Pihak Luar Sehingga Menimbulkan Motivasi, Kreasi Dan Inovasi Bagi Masarakat Untuk Mampu Berpikir Dan Berbuat Sesuai Dengan Kebenaran.
2. Pendekatan Empirik, Normatik Dan Edukatif
Yaitu Kepedulian Terhadap Norma-Norma Yang Berlaku Baik Norma Tersirat Maupun Norma Yang Tersurat Di Masarakat.
3. Pendekatan Andragogi
Yaitu System Pembelajaran Dengan Prinsif Partisipasi Dan Seni Untuk Mambantu Masarakat Setempat Dalam Belajar Dan Membelajarkan.
4. Pendekatan Kelembagaan
Pendekatan Yang Memperhitungkan Keterkaitan Dan Kesepadanan Dengan Dinas Instansi Pemerintah Maupun Swasta Dan Organisasi Social Dalam Mempercepat Proses Pembangunan Dan Daya Pikir Modern, Kreatif Dan Inovatif.
PROFIL DESA BAKALREJO
A. Profil Geografis
1. Kondisi Geografi
A. Secara Geografis Desa Bakalrejo Adalah Salah Satu Kelurahan Yang Terletak Di Sebelah Timur Kabupaten Demak Dan Berada Di Daerah Kecamatan Guntur Dengan Tinggi Datarannya Dari Permukaan Air Laut 5,5 Mdl.Keberadaan Desa Bakalrejo Berada Di Tengah-Tengah Dengan Jalan Utama Nasioanal Jalan Pantai Utara Dan Jalan Jalur Selatan,Letak Desa Bakalrejo Mudah Untuk Di Akses Lewat Jalur Darat Karna Keberadaanya Dilalui Jalur Kabupaten Yang Menghubungkan Kecamatan Karang Tengah Sampai Kecamatan Karangawen,Iklim Kelurahan Bakalrejo Beriklim Sedang Dengan Suhu Udara Rata-Rata Berkisar 31-360C Dengan Dengan Jumlah Hujan Selama Setahun 5 Bulan,Jarak Pusat Pemerintahan Desa DenganIbu Kota Kecamatanberjarak 2,5 Km Dengan Waktu Tempuh 0,10 Menit Dengan Kendaraan Bermotor Dan 0,30 Menit Dengan Berjalan Kaki.Jarak Desa Dengan Ibu Kota Kabupaten 11 Km Dengan Waktu Tempuh 0,45 Menit Dengan Kendaraan Bermotor Dan 2 Jam Dengan Berjalan Kaki.Jarak Ibu Kota Provinsi 20 Km Dengan Jarak Tempuh 1 Jam Dengan Kendaraan Bermotor Dan 3 Jam Dengan Berjalan Kaki.
B. BATAS WILAYAH DESA BAKALREJO :

 Sebelah Utara : Desa Donorejo Kec.Karang Tengah
 Sebelah Selatan : Desa Guntur/Bogosari Kec. Guntur
 Sebelah Timur : Desa Bumiharjo Kec. Guntur
 Sebelah Barat : Desa Klitih/Pidodo Kec.Karang Tengah

B. LUAS WILAYAH MENURUT PENGGUNAAN
Luas Wilayah Keseluruhan Desa Bakalrejo 409 Ha/M2

Luas Ha/M2
Pemungkiman 93
Persawahan 299
Perkebunan -
Kuburan 2
Pekarangan 1.060
Taman -
Perkantoran 0,400
Luas Prasarana Umum Lainya 4

Tanah Kas Desa Bakalrejo :
Tanah Ha/M2
Kas Desa/Kelurahan 15,019
Tanah Bengkok 67,785

C. IKLIM
• Jumblah Bulan Hujan 5 Bulan
• Kelembapan 30OC
• Suhu Rata-Rata Harian 36oC
D. TOPOGRAFI
Desa Bakalejo Termasuk Dataran Rendah,Tetapi Bukan Termasuk Wilayah Pesisir,

Bentang Wilayah :
Bentang Wilayah Ya Tidak
Dataran Rendah √ -
Berbukit-Bukit – √
Dataran Tinggi/Pegunungan – √
Lereng Gunung – √
Tepi Pantai/Pesisir – √
Kawasan Rawa – √
Kawasan Gambut – √
Aliran Sungai √ -
Bantara Sungai √ -
Kawasan Perkantoran – √
Kawasan Pertokoan/Bisnis – √
Kawasan Campuran – √
Kepulauan – √
Kawasan Industri – √
Kawasan Hutan – √
Taman Suaka – √
Kawasan Wisata – √
Perbatasan Dengan Negara Lain – √
Perbatasan Dengan Provinsi Lain – √
Perbatasan Dengan Kabupaten Kota – √

E. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA
Jumblah Penduduk Laki-Laki 2.623 Orang, Jumblah Penduduk Perempuan 2.739 Orang, Jumblah Total Penduduk Desa Bakalrejo Adalah 5.362 Orang Ber KTP, Dan 1.555 KK, Kepadatan Penduduk 100/Km.

Daftar Usia Penduduk Desa Bakalrejo Periode 2012
Usia/Th Laki Laki Perempuan Usia/Tahun Laki Laki Perempuan
0-12 Bln 22 14 39 39 45
1 42 53 40 41 48
2 32 36 41 36 45
3 42 41 42 38 34
4 53 44 43 38 33
5 44 41 44 31 32
6 49 42 45 42 37
7 48 43 46 33 40
8 48 54 47 32 37
9 49 51 48 35 38
10 54 56 49 36 39
11 47 52 50 44 38
12 46 50 51 41 42
13 49 52 52 42 44
14 53 55 53 38 36
15 56 65 54 43 41
16 43 44 55 42 40
17 57 57 56 37 42
18 45 44 57 36 29
19 47 47 58 37 23
20 36 48 59 18 21
21 45 57 60 21 24
22 51 59 61 16 18
23 33 37 62 19 20
24 35 38 63 21 16
25 38 41 64 22 11
26 34 39 65 15 9
27 39 42 66 17 8
28 32 45 67 21 11
29 31 38 68 22 12
30 39 45 69 25 9
31 42 42 70 24 8
32 39 41 71 18 16
33 29 40 72 20 13
34 39 47 73 24 12
35 34 43 74 15 6
36 38 47 75 8 11
37 51 50 Lebih 75 12 26
38 39 23 Total 2.623 2.737

F. PENDIDIKAN
Banyak Penduduk Desa Bakalrejo Guntur Yang Berusia 18-56 Tahun Yang Buta Aksara Dan Huruf/Angka Latin Yang Laki-Laki 523 Orang, Perempuan 664 Orang.

Tingkatan Pendidikan Laki Laki Perempuan
Usia 3-6 Tahun Belum Masuk TK 52 46
Usia 3-6 Tahun Yang Sedang Masuk TK 120 141
Usia 7-18 Tahun Yang Tidak Pernah Bersekolah 7 6
Usia 7-18 Tahun Yang Sedang Bersekolah 360 371
Usia 18-56 Tahun Tidak Pernah Sekolah 523 664
Usia 18-56 Th Pernah Sekolah SD Tidak Tamat 120 171
Tamat SD/Sederajat 362 401
Tamat SMP/Sederajat 689 558
Tamat SMA/Sederajat 123 133
Tamat D1/ Sederajat 19 12
Tamat D2/ Sederajat 50 37
Tamat D3/ Sederajat 33 25
Tamat S1/ Sederajat 51 18
Tamat S2/ Sederajat – -
Tamat S3/ Sederajat – -
Tamat SLB A Sederajat – -
Tamat SLB B Sederajat – -
Tamat SLB C Sederajat – -
Jumblah 2.333 2.614
Jumblah Total 4.947 Orang

Lembaga Pendidikan Formal Di Desa Bakalrejo
Nama Jumlah Status Kepemilikan Jumlah Jumlah
(Terdaftar, Pemerintah Swasta Kelurahan Tenaga Siswa
Terakreditasi) Pengajar
Play Grup 5
TK 3
SD/Sederajat 2 √ 9 261
SMP/Sederajat 1 √ 16 545
SMA/Sederajat 1 √ 11 105
PTN 0
SLB 0

G. KWALITAS KERJA
Mata Pencaharian Pokok Masyarakat Bakalrejo, Adalah Petani Dan Buruh Tani Sisanya Karyawan Perusahaan Swasta. Berikut Usia 18-56 Ketas Angkatan Kerja

Jenis Pekerjaan Laki-Laki Perempuan
Petani 386 -
Buruh Tani 544 448
Buruh Migran Prempuan – -
Buruh Migran Laki-Laki – -
Pengrajin Industri Rumah Tangga – -
Pedagang Keliling – -
Peternak – -
Nelayan – -
Montir – -
Dokter Swasta – -
Bidan Swasta – -
Perawat Swasta – -
PRT (Pembantu Rumah Tangga) – -
PNS (Pegawai Negeri Sipil) 52 35
TNI 6 -
POLRI 6 1
Pensiunan PNS/TNI/POLRI 14 31
Pengusaha Kecil Dan Menengah – -
Pengacara – -
Notaris – -
Dukun Kampung Terlatih – -
Jasa Pengobatan Alternatif – -
Dosen Swasta – -
Pengusaha Besar – -
Arsitektur – -
Senman/Artis – -
Karyawan Perusahaan Swasta 22 105
Karyawan Perusahaan Pemerintah – -
Jumblah Total Penduduk 1630 Orang
Belum Termasuk Tuna Runggu 8 Orang, Tuna Wicara 11 Orang Tuna Netra 8 Orang, Lumpuh 11 Orang,Idiot 2 Orang,Autis 3 Orang

H. PERTANIAN

Daftar Kepemilikan Lahan Pangan Di Desa Bakalrejo
Jumblah Keluarga Memiliki Lahan Pertanian 386 Orang
Tidak Memiliki 1169 Orang
Memiliki Kurang 10 Ha 386 Orang
Memiliki 10-50 Ha -
Memiliki 50-100 Ha -
Jumblah Total Keluarga Petani 1169 Orang

Luas Tanaman Pangan Menurut Komoditas Tanaman Pangan,Jagung 5 Ha,2 Ton/Ha Sedangkan Kacang Kedelai 1 Ha Dengan Hasil 1,5 Ton/Ha Pertanian Yang Menonjol Di Desa Bakalrejo Adalah Padi Dan Kacang Hijau, Sawah 299 Ha,Dengan Hasil 5 Ton/Ha, Sedangkan Kacang Hijau 221 Ha,Dengan Hasil 1,2 Ton/Ha
Di Desa Bakalrejo Ini Juga Memiliki Komoditas Tanaman Pangan Yang Mana Dari Setiap Tanaman Pangan Memiliki Luas Tanah Yang Berbeda Antara Lain:
A. Jagung : 243 Ha
B. Kacang Kedelai : 37 Ha
C. Kacang Tanah : 2 Ha
D. Kacang Panjang : 1 Ha
E. Ubi Kayu : 1 Ha
F. Ubi Jalar : 1 Ha
G. Cabe : 1 Ha
H. Tomat : 1 Ha
I. Terong : 1 Ha
J. Bayam : 1 Ha
K. Kangkung : 1 Ha

I. SUMBER AIR BERSIH
Jenis Jumblah Unit Pemanfaat
(KK) Kondisi
Baik/Rusak
Mata Air – – -
Sumur Gali 14 16 Rusak
Sumur Pompa 402 736 74 Rusak
Hidrant Umum – – -
PAM 2 633 Baik
Pipa – – -
Embung – – -
Bak Penampung Air Hujan – – -
Beli Dari Tangki Swasta – – -
Depot Isi Ulang 3 181 Baik
Sumber Mata Air – – -
Sungai – – -

J. AGAMA

Agama Laki-Laki Perempuan
Islam 2.618 2.734
Kristen 5 5
Katolik – -
Hindu – -
Budha – -
Khonghucu – -
Kepercayaan TYME – -
Aliran Lainya – -
Jumlah 2.623 2.739

K. KEAMANAN
Di Desa Bakalrejo Peran Limnas Dan Hansip Masih Berperan Aktif
Jumblah Anggota Hansip Didesa Bakalrejo Tercatat Ada 32 Anggota Dari Beberapa Dusun, Sedangkan Anggota Satgas Linmas Hanya 10 Orang, Sedangkan Kegatan Siskamling Masih Rutin Dilaksanakan Di Setiap RW, Jumblah Pos Kamling Di Desa Bakalrejo 6 Buah.

L. POTENSI DESA BAKALREJO
Keadaan Alam Desa Bakalrejo Adalah Kering Dan Panas Serta Berdebu. Serta Di Desa Bakalrejo Memiliki Dua Jenis Tanah Yakni Tanah Sawah Dan Tanah Kering Yang Selanjutnya Akan Dijelaskan Pada Tabel Yang Ada Dibawah Ini :
No Tanah Sawah Tanah Kering Luas Ha
1 Irigasi Teknis Tegal/Ladang 17.530
2 Irigasi Semi Teknis Permukiman 67.730

Curah Hujan Di Desa Bakalrejo Adalah 4 Mm Per Jumlah Bulan Hujan Yakni 4 Bulan.Dan Tinggi Tempat Hujan Di Desa Bakalrejo Adalah 5.5 Mdl, Sedangkan Kesuburan Tanah Di Desa Bakalrejo Adalah 259 Ha.
M. Potensi Tiap RW
Di Desa Bakalrejo, Kecamatan Guntur Dan Kabupaten Demak Ini Memiliki Potensi Di Bidang Pertanian, Yaitu TanamanTembakau Yang Dengan Sengaja Memang Dikembangkan Oleh Sebagian Besar Masyarakat Desa, Selain Tembakau Di Beberapa Dusun Yang Ada Di Bakalrejo Ini Memiliki Lahan Mangga, Karena Itulah Sebagian Dari Penduduk Desa Bakalrejo Bekerja Sebagai Petani..
Dari Sektor Ekonomi, Masyarakat Desa Bakalrejo Ini Mengembangkan Pertanian Dan Berdagang. Pengembangan Dalam Skala Besar Belum Pernah Terjadi, Dikarenakan Cara Penduduk Bakalrejo Dalam Menjual Hasil Panen Itu Hanya Dititipkan Di Toko-Toko Terdekat.
Untuk Pertanian Tembakau Di Desa Bakalrejo Ini Sudah Cukup Baik, Karena Tembakau Yang Sudah Dipanen Bisa Langsung Di Distribusikan Ke Pabrik, Baik Yang Ada Di Daerah Kudus Maupun Di Luar Daerah Demak. Selain Pertanian Juga Memiliki Komoditas Buah-Buahan Dan Pekebunan Yang Dibudidayakan Antara Lain :
No Uraian Luas Ha
1 Pisang 8.6
2 Mangga 9.5
3 Apel 0.5
4 Papaya 0.5
Selain Pertanian Dan Perkebunan Di Desa Bakalrejo Juga Memiliki Potensi Dibidang Perternakan Antara Lain :

No Uraian Jumlah Pemilik Jumlah
1 Sapi 10 22
2 Kambing 24 52
3 Ayam Kampung 275 1778
4 Kuda 3 6
5 Bebek 21 174
6 Burung Wallet 1 100
7 Kerbau 1 1
Jumlah 2133
Setelah Melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) Di Desa Bakalrejo Yang Dilakukan Melalui Observasi Pada Akhirnya Dapat Di Tarik Kesimpulan Yang Dapat Dijadikan Sebagai Media Pembelajaran Bagi Pembaca Pada Umumnya Dan Bagi Para Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pada Khususnya, Adapun Kesimpulan Yang Kami Dapatkan Antara Lain:
1. Kelurahan Bakalrejo, Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Merupakan Daerah Yang Sedang Berkembang Yang Sebagian Penduduknya Masih Kuat Dalam Keagamaannya.
2. Di Kelurahan Bakalrejo, Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Belum Tersedianya Pendidikan SLTA Begitupun Perguruan Tinggi Karena Daerah Yang Sebagian Besar Persawahan Dan Perkebunan Dan Masih Kurang Jumlah Home Industry.
3. Kelurahan Guntur Masih Kurang Memperhatikan Kesejahtraan Guru Agama Sebagai Pendidik Anak-Anak.
4. Desa Bakalrejo, Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Merupakan Masarakat Yang Peduli Akan Pendidikan Formal Wajib 9 Tahun Namun Sebagian Masarakatnya Masih Belum Paham Akan Wajibnya Pendidikan Agama Bagi Anak.
5. Sarana Dan Prasarana Cukup Memadai Untuk Melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Belajar Besama Masyarakat (KKN-VOKASI).
6. Respon Masarakat Terhadap Peserta KKN-VOKASI Sangat Baik Dan Mendukung Dalam Setiap Kegiatan.
7. Sebagian Besar Kehidupan Masarakat Cukup Baik Yang Pada Intinya Masih Banyak Kegiatan Gotong Royong Dalam Menyelesaikan Kegiatan Yang Bersifat Umum Dan Keagamaan.
8. Sebagiam Masarakat Kelurahan Guntur Masih Merasakan Akan Kepuasan Kinerja Pemetintahan Dikarenakan Kurangnya Koordinasi Dan Kumunikasi Antara Pemerintah Dan Masyarakat.

KKN penuh kenangan di Desa Bakalrejo, Guntur, Demak

DSC00886

sebelumnya kami selaku tim KKN UNISFAT DEMAK 2013 mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor Unisfat Demak Dra, Suemmy MM, PR3 Unisfat Demak Amri Hidayat M.pd, P3M Unisfat Demak Mufid M.T, DPL KKN UNISFAT teguh edi wibowo S.E, yang tak kalah kami ucapkan terimakasih yaitu Bapak Lurah Desa Bakalrejo Bapak MUNGKARJO dan ibu Lurah Ibu UMI, dansegenap perangkat desa dan selebihnya seluruh warga desa bakalrejo yang menerima kami dan yang jauh membuat kami terkesan adalah beliau menggangap kami seperti anak mereka sendiri selayaknya kami adalah bagian dari keluarga besar beliau, kami juga meminta maaf apa bila ada kesalahan dan kekurangan baik yang kami senaja maupun tidak, suka duka dan pedih perih telah kami jalani selaku tugas kami di lapanggan, miskomunikasi perbedaan pedapat, saling serang argumen antar anggota sudah menjadi hal biasa bagi kami, dan menjadi keberagaman dan kebhinikaan.. meski berbeda2 tapi satu tujuan..

This slideshow requires JavaScript.

tapi apapun itu tugas kami selaku tim KKN sudah selesai dan berhasil kami lewati berkat bimbingan exskutif bapak dan ibu lurah di rumah selaku sebagai posko kami.

DSC00891

Bismillahirrahmanirrahim

Puji syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat, nikmat dan karuniaNya sehingga dari awal Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) hari Jum’at tanggal 7 JANUARI 2013 dan berakhir kegiatan KKN hari Rabu tanggal 20 FEBRUARI 2013 kami dalam kondisi aman, sehat dan selamat.

Dengan ini kami laporkan dari semua kegiatan KKN-VOKASI di Desa Bakalrejo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak dengan harapan informasi ini bisa memberikan gambaran kepada pembaca dan semua pihak yang terkait, terutama dari pihak Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak, Petinggi Desa Bakalrejo dan yang menyangkut tentang pendidikan, pemerintahan, kewirausahaan, dan lingkungan.

Atas terlaksananya program kerja KKN-VOKASI serta terselesaikannya laporan ini tentu tidak lepas dari kerjasama dari semua pihak yang telah membantu dan membimbing. Oleh karena itu kami ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada :

  1. Ibu Dra. Suemy, M. Si selaku Rektor Universitas Sultan Fatah Demak.

  2. Bapak H. Moh. Syahri, SH, MM selaku Camat Guntur beserta seluruh staf.

  3. Bapak Mungkarjo selaku Lurah Desa yang senantiasa membantu selama KKN berlangsung.

  4. Bapak Bintoro selaku Carik beserta seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat yang senantiasa membantu selama KKN berlangsung.

  5. Bapak Ahmad Mufid, S. Kom selaku ketua  P3M UNISFAT Demak.

  6. Bapak Teguh Edi Wibowo, S E selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang tak bosan-bosannya membantu kami dalam kegiatan ini.

  7. Semua pihak yang tak bisa kami sebut satu persatu.

Semoga bantuan bimbingan Bapak/Ibu/Saudara mendapat imbalan dari Allah SWT. Kami menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih kurang sempurna. Untuk itu kami selaku penyusun mohon ma’af bila ada kesalahan dan kekurangan. Kami juga mengharap kritik dan saran yang sifatnya membangun.

Harapan kami semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak dan khususnya Desa Bakalrejo Kecamatan Guntur dalam meningkatkan program pembangunan diwaktu yang akan datang.

wasalamualaikm wr.wb.

Foto0398

This slideshow requires JavaScript.

Pendidikan pada dasarnya merupakan proses pendewasaan dan pemandirian manusia secara sistematis, agar siap menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) merupakan salah satu program baru pendidikan tinggi di Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak.KKN-VOKASI lahir dasar pemikiran bahwa mahasiswa adalah calon sarjana sebagai penenerus pembangunan sumber daya manusia yang juga harus dapat bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalah pembangunan SDM yang ada dalam masyarakat.Permasalahan didalam pembangunan itu sangat kompleks dan perlu adanya persiapan atau pendidikan yang melati para calon sarjana sebagai penerus pembangunan SDM untuk bekerja secara interdisipliner dan menanggulangi permasalagan sesuai dengan kompetisi hard skills dan soft skills-nya.

Pendidikan pada dasarnya merupakan proses pendewasaan dan pemandirian manusia secara sistematis, agar siap menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) merupakan salah satu program baru pendidikan tinggi di Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak.KKN-VOKASI lahir dasar pemikiran bahwa mahasiswa adalah calon sarjana sebagai penenerus pembangunan sumber daya manusia yang juga harus dapat bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalah pembangunan SDM yang ada dalam masyarakat.Permasalahan didalam pembangunan itu sangat kompleks dan perlu adanya persiapan atau pendidikan yang melati para calon sarjana sebagai penerus pembangunan SDM untuk bekerja secara interdisipliner dan menanggulangi permasalagan sesuai dengan kompetisi hard skills dan soft skills-nya.
Universitas sultan fatah sebagai bagian integral masyarakat turut bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Universitas sultan fatah juga sebagai bentuk academic social responbility perguruan tinggi (PT), memiliki tanggung jawab moral untuk menanggulangi kemiskinan dengan segala metamorfosenya dan memajukan pembangunan bangsa.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata KKN-VOKASI, merupakan salah satu bentuk pengintegrasian kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. KKN-VOKASI dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan para dosen pembimbing lapangan (DPL) dan dilaksanakan secara indisipliner dan intrakulikuler.Karena itu, KKN-VOKASI Universitas Sultan Fatah yang mengandung unsure pendidikan dan unsur pengabdian masyarakat dengan porsi pendidikan yang lebih besar.
Sebagai bagian integral dari system pendidikan tinggi maka dengan KKN-VOKASI diharapkan dapat menghasilkan sarjana penerus pembangunan yang lebih menghayati permasalahan yang sangat kompleks yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan.Bersamaan dengan hal itu, mahasiswa juga sekaligus melakukan kegiatan belajar bersama masyarakat untuk menanggulangi berbagai permasalahan yang ada dalam masyarakat secara pragmatis dan interdisipliner.
KKN-VOKASI yang akan dikembangkan di Universitas Sultan Fatah ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi motivator dalam pemberdayaan masyarakat. Berbagai potensi daerah dan sumber daya manusia yang ada di masyarakat, perlu diperhatikan dan dioptimalkan agar nantinya masyarakat benar benar menjadi berdaya untul mengembangkan potensinya secara mandiri.
Berdasarkan prinsip dan karakteristik program KKN-VOKASI tersebut diharapkan mahasiswa KKN-VOKASI mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di masyarakat dan sekaligus mencari penyelesaiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dengan harapan lebih jauh, masyarakat mampu berswadaya, swakelola, dan berswadana dalam pembangunan daerahnya. Keberhasilan program KKN-VOKASI manakala dapat menjadikan masyarakat mandiri, sadar dan mampu memberdayakan dirinya berdasarkan potensi yang ada dalam masyarakat tanpa terus-menerus harus dipimpin oleh pihak luar. Masyarakat harus mampu menjadi pemimpin dirinya sendiri dalam mengembangkan dan memberdayakan potensi daerahnya.
Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) mahasiswa Universitas Sultan Fatah (UNISFAT) Demak sebagai bentuk pengabdiaan ilmu pengetahuan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan kampus dan Pemerintah Daerah adalah pendekatan-pendekatan berbasis multidisiplin. Kulih pengabdian mahasiswa ini merupakan gemblengan multi selektif kearah pengembangan, motivasi dan persepsi, dimana mahasiswa tersebut melaksanakan pengabdiannya.
Laporan ini merupakan dokumentasi kerja siswa dalam melaksanakan Kuliah Kerjaa Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) di Desa Bakalrejo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak.

Perubahan KKN menjadi KKN-VOKASI merupakan Konsekuensi dari perubahan Universitas Sultan Fatah yang melakukan perubahan paradigma pembelajaran yang baru, Universitas Sultan Fatah memandang pengetahuan adalah hasil konstruksi atau transformasi seseorang yang belajar, sehingga pengetahuan tidak lagi merupakan sesuatu yang sudah jadi dan siap untuk ditransfer. Sebaliknya, belajar adalah mencari dan membangun penegtahuan secara secara aktif dan tidak lagi merupakan proses menerima pengetahuan (pasif). Terakhir, mengajar adalah menyampaikan atau mentranfer pengetahuan kepada mahasiswa.
Perubahan paradigma perubahan pembelajaran tersebut, berimplikasi pada perubahan luaran.Artinya, penilaian lebih dilakukan oleh masyarakat pemangku kepentingan, dan tidak lebih dilakukan oleh perguruan tinggi itu sendiri.Oleh karena itu, luaran-luaran perguruan tinggi sebagai luaran yang baru merupakan kompetensi seseorang untuk dapat melakukan tindakan cerdas, penuh tanggung jawab, sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas tugas dibidang tertentu.Luaran ini sudah merupakan perkembangan yang lebih jauh dari sekedar luaran kemampuan minimal peguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai sasaran kurikulum program studinya.
Dari hasil observasi yang telah dilakukan di desa Bakalrejo sebagai langkah awal dalam menemukan permasalahan yang ada yaitu dengan menghimpun data-data sehingga semua aspek kehidupan desa dapat diidentifikasi dan diketahui permasalahannya. Adapun perumusan masalah dalam penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana cara menyampaikan program belajar menjahit yang tepat yang bisa diterapkan di Desa Bakalrejo dan apa hambatan yang dihadapi?
2. Bagaimana peran dan tanggapan pemerintah dalam memecahkan permasalan tersebut?
3. Bagaimana peran serta masyarakat setempat dalam mengikuti kegiatan belajar bersama masyarakat dan membantu menyelesaikan permasalahan pembelajara yang ada di desa Bakalrejo ?
4. Bagaimana peran serta respon masyarakat dalam mengelola potensi yang ada di desa Bakalrejo ini?
Tujuan Umumnya adalah untuk membangun kebersamaan sebagai mahasiswa Universitas Sultan Fatah pada saat menjelang akhir studi sebelum meraih gelar sarjana, dengan melaksanakan program pembelajaran masyarakat dan bersama masrakat serta belajar memberdayakan masyarakat dan membantu pemerintah dalam memecahkan berbagai persoalan yang kompleks
Tujuan Khusus pelaksanaa KKN-VOKASI adalah :
a. Meningkatkan Sikap empati dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat beserta problematika.
b. Melaksanakan terapan kemampuan hard skills dan soft skills yang telah dipelajari di kampus secara teamwork dan interdisipliner.
c. Menanamkan nilai kepribadian :
(i) Nasionalisme dan jiwa Pancasilais,
(ii) Keuletan, Etos Kerja, dan Tanggung Jawab,
(iii) Kemandirian, Kepemimpinan, dan kewirausahaan.
d. Meningkatkan daya saing bangsa.
e. Menanamkan jiwa :
(i) Eksploratif dan Analitis
(ii) Learning Community dan Learning Society
Pelaksanaan kuliah kerja nyata yang dilaksanakan di DesaBakalrejo kecamatan Guntur kabupaten Demak mulai tanggal 07Januari 2013 sampai dengan 20Februari 2013 memiliki langkah dan metode yang dijadikan bahan rujukan.
Kegiatan tersebut mencakup tiga hal pokok yaitu pengabdian masarakat, pemerintahan dan pengajaran, adapun langkah-langkah yang kami lakukan dalam program KKN-VOKASI tersebut adalah dengan membuat rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama KKN-VOKASI dengan menggunakan metode sebagai berikut:
1. Pendekatan Persuatif
Pendekatan ini menitikberatkan kepada ide, sikap, dan usaha-usaha masyarakat atas dasar perubah kontak terarah dan selektif yang datangnya dari pihak luar sehingga menimbulkan motivasi, kreasi dan inovasi bagi masarakat untuk mampu berpikir dan berbuat sesuai dengan kebenaran.
2. Pendekatan Empirik, Normatik dan Edukatif
Yaitu kepedulian terhadap norma-norma yang berlaku baik norma tersirat maupun norma yang tersurat di masarakat.
3. Pendekatan Andragogi
Yaitu system pembelajaran dengan prinsif partisipasi dan seni untuk mambantu masarakat setempat dalam belajar dan membelajarkan.
4. Pendekatan Kelembagaan
Pendekatan yang memperhitungkan keterkaitan dan kesepadanan dengan dinas instansi pemerintah maupun swasta dan organisasi social dalam mempercepat proses pembangunan dan daya pikir modern, kreatif dan inovatif.
PROFIL DESA BAKALREJO
A. Profil Geografis
1. Kondisi Geografi
A. Secara geografis Desa Bakalrejo adalah salah satu kelurahan yang terletak di sebelah timur kabupaten Demak dan berada di daerah kecamatan Guntur dengan tinggi datarannya dari permukaan air laut 5,5 Mdl.Keberadaan desa Bakalrejo berada di tengah-tengah dengan jalan utama nasioanal jalan pantai utara dan jalan jalur selatan,letak desa Bakalrejo mudah untuk di akses lewat jalur darat karna keberadaanya dilalui jalur kabupaten yang menghubungkan kecamatan karang tengah sampai kecamatan karangawen,Iklim kelurahan Bakalrejo beriklim sedang dengan suhu udara rata-rata berkisar 31-360C dengan dengan jumlah hujan selama setahun 5 bulan,Jarak Pusat pemerintahan desa denganIbu Kota kecamatanberjarak 2,5 Km dengan waktu tempuh 0,10 menit dengan kendaraan bermotor dan 0,30 menit dengan berjalan kaki.Jarak desa dengan ibu kota kabupaten 11 Km dengan waktu tempuh 0,45 menit dengan kendaraan bermotor dan 2 jam dengan berjalan kaki.Jarak Ibu kota provinsi 20 Km dengan jarak tempuh 1 jam dengan kendaraan bermotor dan 3 jam dengan berjalan kaki.
B. BATAS WILAYAH DESA BAKALREJO :

 Sebelah Utara : Desa Donorejo Kec.Karang Tengah
 Sebelah Selatan : Desa Guntur/Bogosari Kec. Guntur
 Sebelah Timur : Desa Bumiharjo Kec. Guntur
 Sebelah Barat : Desa Klitih/Pidodo Kec.Karang Tengah

B. LUAS WILAYAH MENURUT PENGGUNAAN
Luas Wilayah keseluruhan Desa Bakalrejo 409 ha/m2

Luas Ha/m2
Pemungkiman 93
Persawahan 299
Perkebunan -
Kuburan 2
Pekarangan 1.060
Taman -
Perkantoran 0,400
Luas prasarana umum lainya 4

Tanah kas Desa Bakalrejo :
Tanah Ha/m2
Kas Desa/Kelurahan 15,019
Tanah Bengkok 67,785

C. IKLIM
• Jumblah Bulan Hujan 5 Bulan
• Kelembapan 30OC
• Suhu Rata-rata harian 36oC
D. TOPOGRAFI
Desa Bakalejo termasuk dataran rendah,tetapi bukan termasuk wilayah pesisir,

Bentang Wilayah :
Bentang Wilayah Ya Tidak
Dataran Rendah √ -
Berbukit-bukit – √
Dataran Tinggi/Pegunungan – √
Lereng Gunung – √
Tepi Pantai/pesisir – √
Kawasan Rawa – √
Kawasan Gambut – √
Aliran Sungai √ -
Bantara Sungai √ -
Kawasan Perkantoran – √
Kawasan Pertokoan/Bisnis – √
Kawasan campuran – √
Kepulauan – √
Kawasan Industri – √
Kawasan Hutan – √
Taman suaka – √
Kawasan Wisata – √
Perbatasan dengan Negara lain – √
Perbatasan dengan Provinsi Lain – √
Perbatasan dengan Kabupaten Kota – √

E. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA
Jumblah penduduk Laki-laki 2.623 orang, Jumblah Penduduk Perempuan 2.739 orang, jumblah total penduduk Desa bakalrejo adalah 5.362 orang ber KTP, Dan 1.555 KK, Kepadatan penduduk 100/km.

Daftar Usia Penduduk Desa Bakalrejo Periode 2012
Usia/Th Laki laki Perempuan Usia/tahun Laki laki Perempuan
0-12 bln 22 14 39 39 45
1 42 53 40 41 48
2 32 36 41 36 45
3 42 41 42 38 34
4 53 44 43 38 33
5 44 41 44 31 32
6 49 42 45 42 37
7 48 43 46 33 40
8 48 54 47 32 37
9 49 51 48 35 38
10 54 56 49 36 39
11 47 52 50 44 38
12 46 50 51 41 42
13 49 52 52 42 44
14 53 55 53 38 36
15 56 65 54 43 41
16 43 44 55 42 40
17 57 57 56 37 42
18 45 44 57 36 29
19 47 47 58 37 23
20 36 48 59 18 21
21 45 57 60 21 24
22 51 59 61 16 18
23 33 37 62 19 20
24 35 38 63 21 16
25 38 41 64 22 11
26 34 39 65 15 9
27 39 42 66 17 8
28 32 45 67 21 11
29 31 38 68 22 12
30 39 45 69 25 9
31 42 42 70 24 8
32 39 41 71 18 16
33 29 40 72 20 13
34 39 47 73 24 12
35 34 43 74 15 6
36 38 47 75 8 11
37 51 50 Lebih 75 12 26
38 39 23 Total 2.623 2.737

F. PENDIDIKAN
Banyak penduduk desa Bakalrejo guntur yang berusia 18-56 tahun yang buta aksara dan huruf/angka latin yang laki-laki 523 Orang, Perempuan 664 Orang.

Tingkatan Pendidikan Laki laki perempuan
Usia 3-6 tahun belum masuk TK 52 46
Usia 3-6 tahun yang sedang masuk TK 120 141
Usia 7-18 tahun yang tidak pernah bersekolah 7 6
Usia 7-18 tahun yang sedang bersekolah 360 371
Usia 18-56 tahun tidak pernah sekolah 523 664
Usia 18-56 th pernah sekolah SD tidak tamat 120 171
Tamat SD/sederajat 362 401
Tamat SMP/sederajat 689 558
Tamat SMA/sederajat 123 133
Tamat D1/ sederajat 19 12
Tamat D2/ sederajat 50 37
Tamat D3/ sederajat 33 25
Tamat S1/ sederajat 51 18
Tamat S2/ sederajat – -
Tamat S3/ sederajat – -
Tamat SLB A sederajat – -
Tamat SLB B sederajat – -
Tamat SLB C sederajat – -
Jumblah 2.333 2.614
Jumblah Total 4.947 Orang

Lembaga pendidikan formal di desa bakalrejo
Nama jumlah status kepemilikan jumlah jumlah
(terdaftar, Pemerintah swasta kelurahan tenaga siswa
terakreditasi) pengajar
Play Grup 5
TK 3
SD/sederajat 2 √ 9 261
SMP/sederajat 1 √ 16 545
SMA/sederajat 1 √ 11 105
PTN 0
SLB 0

G. KWALITAS KERJA
Mata pencaharian Pokok masyarakat Bakalrejo, adalah Petani dan Buruh tani sisanya karyawan Perusahaan swasta. berikut usia 18-56 ketas angkatan kerja

Jenis Pekerjaan Laki-laki Perempuan
Petani 386 -
Buruh tani 544 448
Buruh migran prempuan – -
Buruh migran laki-laki – -
Pengrajin industri rumah tangga – -
Pedagang keliling – -
Peternak – -
Nelayan – -
Montir – -
Dokter swasta – -
Bidan swasta – -
Perawat swasta – -
PRT (Pembantu Rumah Tangga) – -
PNS (Pegawai Negeri Sipil) 52 35
TNI 6 -
POLRI 6 1
Pensiunan PNS/TNI/POLRI 14 31
Pengusaha kecil dan menengah – -
Pengacara – -
Notaris – -
Dukun kampung terlatih – -
Jasa pengobatan alternatif – -
Dosen swasta – -
Pengusaha besar – -
Arsitektur – -
Senman/Artis – -
Karyawan perusahaan swasta 22 105
Karyawan perusahaan pemerintah – -
Jumblah total penduduk 1630 orang
Belum termasuk tuna runggu 8 orang, tuna wicara 11 orang tuna netra 8 orang, lumpuh 11 orang,idiot 2 orang,autis 3 orang

H. PERTANIAN

Daftar Kepemilikan lahan pangan di desa Bakalrejo
Jumblah keluarga memiliki lahan pertanian 386 orang
Tidak memiliki 1169 orang
Memiliki kurang 10 ha 386 orang
Memiliki 10-50 ha -
Memiliki 50-100 ha -
Jumblah total keluarga petani 1169 orang

Luas tanaman pangan menurut komoditas tanaman pangan,jagung 5 ha,2 ton/ha sedangkan kacang kedelai 1 ha dengan hasil 1,5 ton/ha pertanian yang menonjol di desa bakalrejo adalah padi dan kacang hijau, sawah 299 ha,dengan hasil 5 ton/ha, sedangkan kacang hijau 221 ha,dengan hasil 1,2 ton/ha
Di desa Bakalrejo ini juga memiliki komoditas tanaman pangan yang mana dari setiap tanaman pangan memiliki luas tanah yang berbeda antara lain:
a. Jagung : 243 Ha
b. Kacang Kedelai : 37 Ha
c. Kacang Tanah : 2 Ha
d. Kacang Panjang : 1 Ha
e. Ubi Kayu : 1 Ha
f. Ubi Jalar : 1 Ha
g. Cabe : 1 Ha
h. Tomat : 1 Ha
i. Terong : 1 Ha
j. Bayam : 1 Ha
k. Kangkung : 1 Ha

I. SUMBER AIR BERSIH
Jenis Jumblah Unit Pemanfaat
(KK) Kondisi
Baik/Rusak
Mata air – – -
Sumur gali 14 16 Rusak
Sumur pompa 402 736 74 Rusak
Hidrant umum – – -
PAM 2 633 Baik
Pipa – – -
Embung – – -
Bak penampung air hujan – – -
Beli dari tangki swasta – – -
Depot isi ulang 3 181 baik
Sumber mata air – – -
Sungai – – -

J. AGAMA

Agama Laki-laki perempuan
Islam 2.618 2.734
Kristen 5 5
Katolik – -
Hindu – -
Budha – -
Khonghucu – -
Kepercayaan TYME – -
Aliran lainya – -
Jumlah 2.623 2.739

K. KEAMANAN
Di desa Bakalrejo peran limnas dan hansip masih berperan aktif
Jumblah anggota hansip didesa Bakalrejo tercatat ada 32 anggota dari beberapa dusun, sedangkan anggota satgas linmas hanya 10 orang, sedangkan kegatan siskamling masih rutin dilaksanakan di setiap RW, jumblah pos kamling di desa Bakalrejo 6 buah.

L. POTENSI DESA BAKALREJO
Keadaan Alam desa Bakalrejo adalah kering dan panas serta berdebu. Serta di Desa Bakalrejo memiliki dua jenis tanah yakni tanah sawah dan tanah kering yang selanjutnya akan dijelaskan pada tabel yang ada dibawah ini :
No Tanah Sawah Tanah Kering Luas Ha
1 Irigasi teknis Tegal/ladang 17.530
2 Irigasi Semi Teknis Permukiman 67.730

Curah hujan di desa Bakalrejo adalah 4 Mm per jumlah bulan hujan yakni 4 Bulan.Dan tinggi tempat hujan di Desa Bakalrejo adalah 5.5 Mdl, sedangkan kesuburan tanah di desa Bakalrejo adalah 259 Ha.
M. Potensi Tiap RW
Di desa Bakalrejo, kecamatan Guntur dan Kabupaten Demak ini memiliki potensi di bidang pertanian, yaitu tanamanTembakau yang dengan sengaja memang dikembangkan oleh sebagian besar masyarakat desa, selain Tembakau di beberapa dusun yang ada di Bakalrejo ini memiliki lahan Mangga, karena itulah sebagian dari penduduk desa Bakalrejo bekerja sebagai petani..
Dari sektor ekonomi, masyarakat desa Bakalrejo ini mengembangkan pertanian dan berdagang. Pengembangan dalam skala besar belum pernah terjadi, dikarenakan cara penduduk Bakalrejo dalam menjual hasil panen itu hanya dititipkan di toko-toko terdekat.
Untuk pertanian tembakau di desa Bakalrejo ini sudah cukup baik, karena tembakau yang sudah dipanen bisa langsung di distribusikan ke pabrik, baik yang ada di daerah Kudus maupun di luar daerah Demak. Selain pertanian juga memiliki komoditas buah-buahan dan pekebunan yang dibudidayakan antara lain :
No Uraian Luas Ha
1 Pisang 8.6
2 Mangga 9.5
3 Apel 0.5
4 Papaya 0.5
Selain pertanian dan perkebunan di desa Bakalrejo juga memiliki potensi dibidang perternakan antara lain :

No Uraian Jumlah Pemilik Jumlah
1 Sapi 10 22
2 Kambing 24 52
3 Ayam Kampung 275 1778
4 Kuda 3 6
5 Bebek 21 174
6 Burung wallet 1 100
7 Kerbau 1 1
Jumlah 2133
Setelah melaksanakan kegiatan kuliah kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-VOKASI) di Desa Bakalrejo yang dilakukan melalui observasi pada akhirnya dapat di tarik kesimpulan yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi pembaca pada umumnya dan bagi para peserta kuliah kerja nyata (KKN) pada khususnya, adapun kesimpulan yang kami dapatkan antara lain:
1. Kelurahan Bakalrejo, kecamatan Guntur kabupaten Demak merupakan daerah yang sedang berkembang yang sebagian penduduknya masih kuat dalam keagamaannya.
2. Di Kelurahan Bakalrejo, kecamatan Guntur Kabupaten Demak belum tersedianya pendidikan SLTA begitupun perguruan tinggi karena daerah yang sebagian besar persawahan dan perkebunan dan masih kurang jumlah home industry.
3. Kelurahan Guntur masih kurang memperhatikan kesejahtraan guru agama sebagai pendidik anak-anak.
4. Desa Bakalrejo, kecamatan Guntur Kabupaten Demak merupakan masarakat yang peduli akan pendidikan formal wajib 9 tahun namun sebagian masarakatnya masih belum paham akan wajibnya pendidikan agama bagi anak.
5. Sarana dan prasarana cukup memadai untuk melaksanakan kuliah kerja nyata Belajar Besama Masyarakat (KKN-VOKASI).
6. Respon masarakat terhadap peserta KKN-VOKASI sangat baik dan mendukung dalam setiap kegiatan.
7. Sebagian besar kehidupan masarakat cukup baik yang pada intinya masih banyak kegiatan gotong royong dalam menyelesaikan kegiatan yang bersifat umum dan keagamaan.
8. Sebagiam masarakat kelurahan Guntur masih merasakan akan kepuasan kinerja pemetintahan dikarenakan kurangnya koordinasi dan kumunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

 

https://plus.google.com/u/0/109039466620989092149/posts/ChCSFDCrBzW

https://plus.google.com/u/0/109039466620989092149/posts/68neJHFDdKS

https://plus.google.com/u/0/109039466620989092149/posts/A4eNPspFcmP

 

MASALAH AGRARIA PEMICU KONFLIK DI INDONESIA

Berbicara masalah agraria, maka tidak lepas dari tanah, petani, sewa tanah, pedesaan, jenis tanaman yang ditanam, pajak, kemiskinan dan lain-lain. Permasalahan agraria di Indonesia tidak bisa melepaskan diri dari pemerintah Kolonial, yaitu cuulturstelsel atau sistem tanam paksa (STP) tahun 1830, kemudian adanya Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) tahun 1870 sebagai warisan Kolonial yang telah meletakkan dasar-dasar hukum bagi para penguasa Kolonial dalam memfasilitasi akumulasi modal perusahaan-perusahaan Eropa yang berinvestasi di Hindia Belanda dengan membentuk perkebunan-perkebunan kapitalis untuk memproduksi komoditi-komoditi ekspor. Yang menarik dari adanya Undang-Undang Agraria ini adalah posisi petani yang notabane sebagai pemilik tanah, tidak mempunyai hak milik untuk menggarap tanah, mengapa hal itu bisa terjadi?
Melihat potensi tanah yang sangat penting bagi Kolonial, maka berbagai politisasi tanah diatasnamakan negara guna mencapai tujuan untuk menguasai tanah tersebut. UU Agraria yang disusun oleh de Waal berisi dua hal yang pokok, yaitu memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan swasta untuk berkembang di Indonesia, di samping “melindungi” hak-hak rakyat Indonesia atas tanahnya. Maka, dikenallah hak erfpacht (hak kepada pemilik modal untuk menggunakan tanah seluas maksimum 1500 bahu/350 ha dengan jangka waktu maskimal 75 tahun dengan membayar canon/sewa maksimum f 5 setiap bahu setiap tahun). Hal inilah yang membuat secara drastis struktur agraria yang menyangkut tanah milik para pangeran sehingga petani menjadi rugi, karena banyaknya jenis sewa tanah yang membebankan petani. Misalnya, sistem pajeg, sistem glebagan, dan sistem bengkok. Kebutuhan ekspor tanaman-tanaman hasil perkebunan dan pertanian menyebabkan berbagai lahan semakin menyempit, sehingga pemerintah Kolonial pun melakukan transmigrasi ke daerah luar Jawa, semakin banyak buruh yang tidak mendapatkan upah, maka kesengsaraan semakin meningkat sehingga banyak kritik yang ditujukan kepada pemerintah Kolonial seperti van de Putte. Bagaimanakah nasib petani selanjutnya?
Pada tahun 1909 pemerintah memutuskan untuk menata kembali struktur agraria tanah milik pangeran. Tujuannya adalah menghilangkan sistem tanah hadiah bersyarat, penyerahan hak agraria yang lebih memadai kepada petani Jawa, pembentukan masyarakat desa dan perbaikan sistem perpajakan. Untuk mendapatkan semua itu, petani harus membayar dengan menunggu selama 50 tahun sebagai ganti dari haj konversi, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan tenaga kerja biasa atau tanpa upah. Hal ini diperparah lagi dengan Jepang yang menduduki Indonesia, tanah menjadi semakin rusak. Banyak petani di desa-desa yang dimobilisasi untuk menduduki tanah partikelir, perkebunan milik asing, dan tanah hutan yang kemudian menggarap tanah-tanah tersebut menjadi lahan pertanian. Dengan adanya hak konversi tersebut, maka timbullah berbagai aksi protes para petani. Berdirilah organisasi-organisasi petani, seperti BTI (Barisan Tani Indonesia), STTI (Sarekat Tani Islam Indonesia), dan lain-lain. Apa yang diajukan oleh para petani dinilai oleh panitia Tanah Konversi masuk akal karena bertentangan dengan UUD 1945 pasal 27 dan 33. Hak konversi kemudian dibubarkan dengan keputusan UU Nomor 13 tahun 1948. Pada 21 Mei 1948, Soekarno membentuk Panitia Agraria Yogyakarta yang bertujuan untuk merumuskan program agraria republik. Pada tahun 1958 terjadi peristiwa pengambilan perusahaan-perusahaan swasta Belanda yang ada di Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan perkebunannya yang disebut dengan nasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta Belanda.
Pembaharuan Undang-Undang Agraria yang dibentuk di Yogyakarta ini harus selaras dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. Namun, pengembangan kebijakan yang jelas dengan masa depan pertanian dan perkebunan menjadi sulit karena adanya pandangan yang sangat berbeda dengan pemimpin Indonesia dengan partai-partai politik yang ada. Kelompok moderat mengakui kedudukan penting perkebunan sebagai pengumpul devisa negara dan mereka cemas akan masa depan perkebunan. Lain halnya dengan kelompok nasionalis sayap kanan yang menentang kehadiran pengusaha perkebunan asing dan menuntut pengusiran mereka dengan ganti rugi yang layak, sedangkan kelompok nasionalis sayap kiri dan khususnya yang berhalauan Marxiz menuntut pengusiran semua pengusaha perkebunan Barat tanpa ganti rugi. Yang menarik dari artikel yang dibagikan adalah banyaknya perbedaan ini, baik antara para pejabat maupun antar-tindakan dan intruksi dari Jakarta, ternyata sudah disadari akan menimbulkan kesulitan bagi mereka sendiri dan bahkan dapat dibayar dengan kedudukan mereka. Maka, menurut saya hal ini menandakan bahwa sejak dahulu para pembuat kebijakan sulit sekali untuk memperhatikan nasib rakyat, mereka cenderung “asal penguasa senang”, inilah yang menyebabkan tanah yang notabane milik petani, tidak pernah ada kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani. Jika kita melihat kebijakan Orde Baru dengan program Repelita yang paling menonjol adalah swasembada beras, tetapi kenyataannya tanah itu sebagai politisasi pemerintah, bukan tanah sebagai aset petani untuk kemakmuran, harusnya petani mempunyai hak yang luas dalam mengolah tanahnya, tanpa adanya kebijakan yang merugikan petani.
Dewasa ini jika kita lihat, berbagai masalah tanah menjadi konflik yang tak kunjung selesai, dari Poso sampai Lampung. Konflik tanah yang berujung pada nyawa. Inilah permasalahannya karena tanah yang harusnya milik petani, tetapi justru digunakan sebagai politik negara guna mendapatkan keuntungan. Negara lupa adanya hukum adat yang memang tidak bisa digantikan dengan hukum nasional. Pemerintah kurang memperhatikan nasib petani. Indonesia sebagai negara agraris harusnya untuk import terhadap hasil pertanian, terutama padi, harusnya tidaklah terjadi. Akhir-akhir ini, kesulitan pangan menjadi masalah yang bangsa, banyak rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Maka, seberapa jauhkah tanah yang ada di Indonesia itu didayagunakan? Bagaimanakah pemerintah mendayagunakan tanah tersebut, yang jika kita kembalikan pada UUD 1945 pasal 33 sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang ada?
Dengan demikian, kesimpulan yang dapat saya peroleh adalah masalah agaria yang notabane Indonesia sebagai negara agraris masih menjadi masalah yang tidak kunjung selesai. Tanah yang menjadi milik petani harusnya dikembalikan kepada petani, bukan milik negara yang mengatur segalanya. Pemerintah jangan terlalu melakukan eksploitasi secara besar-besaran terhadap tanah dan petani sehingga tidak terjadi konflik yang memperebutkan tanah, dan juga Undang-Undang Agraria segera direvisi dan dibuat kebijakan tentang agraria yang sesuai dengan adat dan disesuaikan dengan wilayah-wilayah yang ada di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah juga harusnya membendung modal-modal asing yang justru merugikan petani lokal sehingga permasalahan agraris segera dapat diselesaikan dapat meningkatkan ekonomi di Indonesia.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: